Teguran Keras untuk PT Hap Saka Mas!

Teguran Keras untuk PT Hap Saka Mas!
Ilustrasi/Reza Zurifwan

INILAH, Cigombong - Sebelum dua pekerja PT Hap Saka Mas (kontraktor) pembangunan double track (jalur ganda) Kereta Api Bogor-Sukabumi tewas karena tertimpa puing Sabtu (16/11)  kemarin, ternyata penyedia jasa tersebut sudah diperingati sebelumnya.

Bahkan peringatan atau teguran tersebut tidak hanya dilakukan oleh konsultan pengawas, tetapi juga oleh masyarakat sekitar Desa dan Kecamatan Cigombong yang memang berprofesi sebagai pemborong atau mandor.

"PT Hap Saka Mas itu sudah diingatkan atau ditegur oleh konsultan pengawasnya dan masyarakat karena dianggap pekerjaannya tidak sesuai standar of prosedur (SOP) atau spesifikasi, namun tidak diindahkan oleh pihak PT Hap Saka Mas hingga terjadi kejadian naas yang menewaskan Wisnu (34 tahun) dan Kanapi (30 tahun) warga Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah," kata Puji Hananto selaku salah satu pengawas di titik ke tujuh proyek pembangunan double track Kereta Api Bogor - Sukabumi kepada wartawan, Selasa (19/11).

Ia pun menuturkan masyakakat yang mengingatkan atau mengkritik PT Hap Saka Mas lebih dari sebulan lalu itu menanyakan tidak dipasangnya tiang penyangga atau sheet pile di lokasi pembangunan tiang penyangga atau Tanggul Penahan Tanah (TPT).

"Masyarakat tersebut menegur kenapa tiang penyangga atau sheet pile tidak dipasang dan kenapa kedalaman pondasi yang harusnya enam meter menjadi empat meter namun malah dijawab akan baik - baik saja, hingga kuat dugaan kejadian bencana kemarin bukan karena faktor bencana alam tetapi ada unsur kelalaian," tuturnya.

Putra jawa kelahiran sumatera (Puja Kesuma) ini menjelaskan akibat kecelakaan yang telah menewaskan dua orang pekerja dan tiga orang pekerja lainnya mengalami luka. PT Hap Saka Mas bersama konsultan perencanaan dan konsultan pengawasnya pun sedang diperiksa oleh Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA).

"Hari ini unsur pimpinan PT Hap Saka Mas bersama konsultan perencanaan dan konsultan pengawasnya pun sedang diperiksa oleh DJKA di Kantor Kementerian Perhubungan di DKI Jakarta karena ada dugaan kejadian kemarin itu bukan bencana alam," jelas Puji.

Pemeriksaan unsur pimpinan PT Hap Saka Mas, konsultan perencanaan maupun konsultan pengawas ke DJKA di Kantor Kementerian Perhubungan dibenarkan oleh Humas DJKA Supandi.

"Tadi memang kami panggil itu unsur pimpinan PT Hap Saka Mas, konsultan perencanaan maupun konsultan pengawas untuk di evaluasi atau diperiksa setelah tim direktorat jenderal keselamatan perkereta apian turun ke lokasi bencana senin kemarin. Hasilnya selain ada unsur faktor alam juga ada dugaan kelalaian dari mereka, kepada ketiganya sesuai ketentuan kami memberikan teguran keras dan diharuskan melakukan perbaikan pekerjaan apalagi Bogor sudah memasuki musim penghujan," ucap Supandi.

Terkait kemungkinan kasus dugaan kelalaian kerja ini akan diproses oleh Polres Bogor, pria asli Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur ini pun menyerahkan sepenuhnya hak tersebut ke pihak kepolisian.

"Kalau ada dugaan kelalaian kerja atau pidana terus pihak Polres Bogor memproses kasus ini ke meja pengadilan maka itu kami akan ikuti hasilnya karena tugas kami cuma membina secara administratif sementara kepolisian memiliki wewenang yang berbeda. Kita kaj punya tugas pokok fungsi (Tupoksi) masing - masing," tukasnya. (Reza Zurifwan)

Loading...