Pemkab Bandung Raih Tiga Kategori Penghargaan Kabupaten Sehat

Pemkab Bandung Raih Tiga Kategori Penghargaan Kabupaten Sehat
Pemkab Bandung Raih Tiga Kategori Penghargaan Kabupaten Sehat

INILAH, Bandung,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung meraih penghargaan Swasti Saba Wistara. Penghargaan program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tersebut diterima langsung Bupati Bandung, Dadang M Naser, dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI), Tito Karnavian, di Gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri (Kemendari) Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019).

Turut mendampingi, Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung, Marlan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda), Ernawan Mustika, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Grace Mediana Purnami, serta Ketua Forum Kabupaten Bandung Sehat (FKBS), Kurnia Agustina Dadang M.Naser

Bupati Dadang Naser mengatakan, penghargaan tertinggi dari program KKS itu, merupakan hasil kerja keras masyarakat dan pemerintah daerah melalui Tim Pembina Kabupaten Bandung Sehat (KBS). Keterlibatan masyarakat yang terwadahi oleh FKBS itu, lanjut bupati cukup signifikan juga berkontribusi terhadap raihan wistara ini.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh warga Kabupaten Bandung.  Ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, dibawah pembinaan Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKSS), Pokja Desa Sehat (PDS) dan Pokja Kelurahan Sehat (PKS), masyarakat ikut dilibatkan dalam perannya masing-masing. Bermuara pada satu tujuan yakni ingin menciptakan kondisi wilayah Kabupaten Bandung yang bersih, nyaman, aman dan sehat (Bernas),”ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Kang DN sapaan akrab bupati ini menjelaskan bahwa pada tahun 2015, Kabupaten Bandung pernah meraih Swasti Saba Padapa. Padapa, kata Kang DN merupakan kategori penghargaan yang diraih melalui pemenuhan dua tatanan, yakni Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum dan Kawasan Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri.

Sedangkan di tahun 2017, lanjut Kang DN, pihaknya sempat meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda. Penghargaan yang diraih melalui pemenuhan empat tatanan, yakni Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum, Sarana Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi, Pariwisata Sehat, Ketahanan Pangan dan Gizi dan Kawasan Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri.

“Tiga kategori penghargaan dari program Kemendagri dan Kementerian Kesehatan ini sudah kami raih. Setelah mendapatkan padapa, wiwerda dan alhamdulillah sekarang mendapat raihan tertinggi, Swasti Saba Wistara. Sejatinya semua raihan ini harus menjadi cambuk dan pelecut bagi semua pihak untuk bekerja lebih maksimal lagi,”imbau Kang DN

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini, menambahkan bahwa pihaknya tidak sekedar mengejar nilai atau penghargaan semata. Terpenting, 3,7 juta jiwa penduduk Kabupaten Bandung, lanjutnya bisa sehat sejahtera.

“Hal ini selaras dengan makna yang terkandung dalam swasti saba itu sendiri. Swasti adalah kesejahteraan, dan saba adalah tempat. Jadi, kami akan terus berupaya menuju tempat yang sejahtera. Dan tujuan akhir dari penghargaan ini adalah, selain ingin menciptakan kondisi yang Bernas, melalui program ini, saya berharap masyarakatpun bisa produktif dan ekonominya meningkat,” pungkasnya.

Sementara Kurnia Agustina menjelaskan, untuk mencapai Wistara, dibawah pembinaan KBS pihaknya mengikuti enam tatanan yang menjadi kategori penghargaan itu yang meliputi Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum, Pariwisata Sehat, Ketahanan Pangan dan Gizi, Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri dan Kawasan Kehidupan Sosial yang Sehat, Kawasan Sarana Lalu Lintas Tertib dan Pelayanan Transportasi.

Kurnia mengungkapkan,  wistara menjadi salah satu manifestasi dari visi pihaknya dalam mewujudkan perilaku individu keluarga dan masyarakat Kabupaten Bandung yang Sehat Tur Hade (SAHATE), Sehat Jasmani-Rohani, Sehat Moral dan Material dan Sehat Lingkungan.

Dalam upaya mendukung pencapaian tujuan visinya itu, pihaknya telah melakukan sembilan inovasii diantaranya adalah TERMOS (Terminal Orang Sehat), SI KASEP (Sistem Kantin Sehat Pelajar), TADARUSS (Taman dan Alam Harus Terurus dan Sehat), AKURAD (Akses Untuk Komunitas Difabel), SERSAN BUKI (Seribu Tempat Sampah Buat Kita), BUBUR TALAS (Buatan Lembur Tangtu Lezat dan Sehat), KADU ASAK (Ka Posyandu Ambuna Sehat Anakna Kuat), TOSKA (Toilet Sehat Untuk Kita) dan SAPERAK (Sahabat Perlindungan Anak).

“Hingga kini, kami masih gencar untuk mengenalkan dan menerapkan sembilan inovasi ini kepada masyarakat. Tidak terhenti saat kita sudah meraih wistara saja, namun menjaga pola hidup bersih dan sehat harus menjadi kebiasaan dan gaya hidup masyarakat Kabupaten Bandung”,imbuhnya.

Senada dengan Bupati Dadang Naser, Kurnia Agustina menuturkan apresiasi dari pusat tersebut, menurutnya tidak hanya untuk FKBS dan Tim Pembina saja, namun untuk seluruh warga Kabupaten Bandung. Sebab kata Kurnia, semua yang sudah dicapai bellum tentu bisa diraih jika tidak ada kerjasama dan sabilulungan semua pihak.

“Terimakasih kepada forum kecamatan sehat, PDS dan PKS, terutama tim pembina, bupati, asisten dan juga sekretaris daerah selaku pembina Kabupaten Sehat. Mudah-mudahan di tahun-tahun mendatang, setelah pembinaan dilakukan di tahun genap, di tahun ganjilnya Kabupaten Bandung dapat kembali meraih Wistara yang kedua kalinya”, harapnya pula.

Untuk mencapai wistara, menurut Ernawan Mustika ada tujuh tatanan yang menjadi indikator penilaian untuk model Kabupaten Sehat. Namun pada tahun ini, imbuh Ernawa Kabupaten Bandung hanya mengikuti enam tatanan saja.

“Aturan Kemenkes membolehkan kita mengikuti enam tatanan saja dengan syarat akses sanitasinya si atas 60 persen. Alhamdulillah saat ini, kita berhasil meraih wistara untuk tahap ke satu,”jelas Ernawan.

Menyikapi harapan FKBS, selaku Ketua Tim Pembina KBS, Ernawan Mustika mengatakan pihaknya sangat mendukung dan siap lebih maksimal lagi melakukan upaya pembinaan kepada masyarakat.

”Untuk meraih wistara tahap ke dua, syarat yang diajukan minimal tetap di enam tatanan, namun prosentase akses sanitasinya meningkat, harus di atas 80 persen. Kami yakin dengan moto pembangunan Bapak Bupati, Sabilulungan, insya allah kita dapat meraih kembali wistara di tahun mendatang,”ujarnya.*

 

Loading...