Polisi Bogor Grebek Lagi Pabrik Pembuatan Obat Keras

Polisi Bogor Grebek Lagi Pabrik Pembuatan Obat Keras
Foto: INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Usai menggerebeg sebuah gudang obat-obatan berbahaya, Polresta Bogor Kota menemukan pabrik pembuatan obat keras. Produk buatan yang termasuk daftar G itu ditemukan tak jauh dari gerbang perumahan Sailendra Residance, Kecamatan Tanah Sereal, Rabu (20/11/2019). 

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Niko N Adi Putra mengatakan, penemuan pabrik pembuat obat keras tersebut tidak jauh dari lokasi gudang yang digerebek pada Selasa (19/11/2019) sore.

Menurutnya, penemuan pabrik pembuatan obat berdasarkan hasil pendalaman aparat Sat Reskrim Polresta Bogor Kota terhadap tersangka TD (40) yang diketahui merupakan peracik bahan obat terlarang. 

"Di pabrik pembuatan itu, ditemukan alat-alat peracik obat-obatan hingga alat untuk mencetak bungkus obat keras yang akan diperjualbelikan," kata Niko kepada INILAH pada Rabu (20/11/2019) siang.

Dia menuturkan, satu pelaku yang berhasil diamankan, TD (40), pernah bekerja di apotek tanpa sertifikasi apoteker. Namun, dia mengetahui meracik dan mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan.

"Saat proses pemeriksaan, barang-barang yang diamankan akan diuji lebih lanjut oleh BPOM RI, dalam hal ini Loka POM Kabupaten Bogor," ungkap Niko .

Niko melanjutkan, obat tersebut termasuk golongan satu narkotika, dengan nilai sekitar Rp10 miliar. Polisi memastikan kasus ini akan diperdalam sampai ke akar-akarnya.

"TD merupakan percaik, sementara DH (30) sebagai investor. Di lokasi tersebut digunakan untuk meracik. Meski mengaku punya badan hukum, para pelaku tidak mampu membuktikan izinnya. Obat yang diproduksi sudah tidak boleh lagi beredar sejak tahun 2013, seperti carnophen," jelasnya.

Niko menyatakan, polisi menemukan 23 karung yang setiap karungnya berisi 5.000 pil. Polisi menjerat Undang-undang Kesehatan dan UU Narkotika serta Psikotropika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Di tempat yang sama, Kepala Loka POM Kabupaten Bogor Muhammad Rusydi Ridha mengatakan, temuan polisi tersebut diduga obatt-obat narkotika golongan satu, seperti karisoprodol, narkotika golongan tiga kodein, serta psikotropika diazepam.

"Di pabrik ditemukan alat percaik bahan baku hingga pengemasan. Pengecapan dibubut sendiri sehingga mirip asli. Tapi bedanya yang asli ada nomor kode tertentu. Pelaku bisa dijerat UU No 36 Narkotika. Untuk memastikannya kami akan melakukan uji lab yang dilakukan di lab Badan POM Jakarta. Hasilnya mungkin dua sampai lima hari," pungkasnya. (Rizki Mauludi)

Loading...