Melawan Polisi, Dua Residivis Curanmor Bandung Terpaksa Ditembak

Melawan Polisi, Dua Residivis Curanmor Bandung Terpaksa Ditembak
Foto: INILAH/Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung – Unit Reserse Kriminal Polsek Lengkong mengungkap kasus pencurian kendaraan roda dua di kawasan Kota Bandung. Dua tersangka pun terpaksa dilumpuhkan oleh timah panas yang bersarang di kakinya.

Kapolsek Lengkong Kompol Kusna Djefridja, mengatakan, kedua tersangka yaitu yaitu Agus Rustendar alias Ade Jubleg dan Heri Sujana terpaksa harus merasakan timah panas petugas. Hal itu dikarenakan keduanya berusaha melawan saat akan diamankan Polisi.

"Kedua pelaku saat akan diamankan melawan, dengan cara menabrakkan motor hasil curiannya kepada anggota kami. Karena membahayakan, kita beri tindakan tegas dan terukur," ucap Kapolsek Lengkong Kompol Kusna Djefridja, saat ungkap kasus di Mapolsek Lengkong, Kota Bandung, Rabu (20/11/2019).

Kusna menjelaskan, penangkapan terhadap dua pelaku berawal saat anggota Unit Reskrim yang dipimpin AKP SW Rompas, melakukan patroli malam di sekitaran jalan Cikawao, Kota Bandung, pada Senin (18/11/2019).

Kedua pelaku tersebut berpapasan dengan anggota yang tengah patroli. Karena dianggap mencurigakan, polisi pun mencoba menghentikan laju motor kedua pelaku. Namun bukan berhenti pelaku malah menghindar dari polisi dan berusaha melawan.

"Dalam keadaan terpepet, pelaku ini mencoba menabrakkan motornya kepada anggota, beruntung anggota kita sigap, dan berhasil melumpuhkan pelaku," ujar Kusna.

Kusna mengungkapkan, pada saat penangkapan malam itu dan dilakukan pemeriksaan, diketahui keduanya baru saja melakukan pencurian kendaraan roda dua, di wilayah Sukajadi, Kota Bandung.

Kedua pelaku juga diketahui sebagai residivis pada kasus yang sama. Saat di periksa lebih lanjut mereka mengakui sudah melakukan pencarian sepeda motor lebih dari lima kali.

"Mereka para pelaku ini memang target operasi kami. Berdasarkan pengakuan sudah dua puluh kali melakukan pencurian kendaraan bermotor roda dua," tutur Kusna.

Dari penangkapan tersebut, lanjut Kusna, Polisi pun melakukan pengembangan dengan mencari barang bukti hasil curian. Berbekal keterangan para pelaku, polisi berhasil amankan tiga orang penadah yang diantaranya berinisial HE, SH, dan EH, di wilayah Kabupaten Cianjur.

"Total ada tujuh motor yang kita amankan beserta peralatan untuk melakukan pencurian motor," ungkap Kusna.

Disaat yang bersamaan, Kapolsek Kusna menyerahkan barang bukti salah seorang korban pencurian. Pasalnya, jenis dan surat-surat kendaraan bermotor dari korban tersebut sama dengan motor yang dicuri dua tersangka yang berhasil dilumpuhkan polisi.

"Ada salah satu korban yang mengenal kendaraanya, setelah kita cocokan ternyata betul sesuai dengan surat-suratnya," pungkasnya.

Ditemui di tempat yang sama, satu diantara korban aksi pencuriam kendaraan bermotor Vivi (56) mengungkapkan, pihaknya berterimakasih telah menemukan motornya yang dicuri beberapa hari sebelumnya oleh dua tersangka tersebut.

"Terimakasih, kepada bapak-bapak kepolisian yang telah bekerja untuk mengembalikan motor anak saya yang sempat hilang di curi. Semoga diberikan keberkahan dan keselamatan saat bertugas," pungkasnya.

Perlu diketahui, atas perbuatannya para tersangka dapat dijerat pasal 363 tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun. (Ridwan Abdul Malik)

Loading...