Mendustakan Berita dan Enggan untuk Taat

Mendustakan Berita dan Enggan untuk Taat
ilustrasi

JANGAN ikuti langkah setan! Yuk kaji lagi surat An-Nuur ayat 21.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. An-Nuur: 21)

Yang dimaksud langkah setan di sini adalah jalan setan yang diperindah atau dibuat bagus. Dan ingat bahwa semua jalan setan itu dibenci oleh jiwa. Karenanya setan itu memperindahnya sehingga membuat orang tertarik dan akhirnya memasukinya. Ayat tersebut maksudnya adalah jangan masuki jalan yang diajak oleh setan atau jangan tempuh jalan setan.

Sifat jalan setan yang paling utama adalah sombong dan dusta. Kesombongannya dibuktikan dengan enggan sujud kepada Adam. Kedustaannya dibuktikan dengan klaimnya yang menyatakan dirinya lebih baik dari Adam. Padahal Adam lebih baik dari setan. Sombong itu terkait dengan keengganan untuk patuh. Sedangkan dusta itu terkait dengan keengganan menerima berita. Sombong dan dusta adalah jalan setan secara umum. Jika kita perhatikan seluruh maksiat kembali pada dua sifat ini yaitu mendustakan berita dan enggan untuk taat.

[baca lanjutan]

Loading...