Pengacara SZ Kecewa, Kasus Pencemaran Nama Baik Bupati Bogor Lanjut ke Pengadilan

Pengacara SZ Kecewa, Kasus Pencemaran Nama Baik Bupati Bogor Lanjut ke Pengadilan
(Foto: Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor - YS Parsiholan selaku kuasa hukum terdakwa SZ warga Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor yang tersandung kasus pencemaran nama baik keluarga Bupati Bogor Ade Yasi  dilanjut ke meja persidangan.

Pasalnya, SZ yang hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) dianggap tidak mengetahui persis Undang - Undang nomor 11 tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) hingga dirinya tidak bijak dalam menggunakan akun media sosial dalam hal ini facebook.

YS Parsiholan yang ditemui wartawan di sidang ke III kalinya dan beragendakan jawaban eksepsi dari Kejaksaan Negeri Cibinong mengatakan dirinya merasa kecewa kasus seperti ini masuk ke dalam ranah persidangan atau pengadilan karena bisa diambil langkah bijak berupa penyelesaian secara kekeluargaan.

"Selama ini Bupati Bogor Ade Yasin maupun jajarannya belum pernah memberikan edukasi hukum tentang Undang - Undang nomor 11 tahun 2018 tentang ITE hingga kami menyesalkan bahwa kasus pencemaran nama baik keluarga Bupati Bogor Ade Yasin dibawa ke ranah pengadilan padahal bisa diselesaikan secara kekeluargaan," Kata Parsiholan kepada wartawan, Kamis (21/11).

Ia menambahkan terdakwa SZ yang dikenai pasal Undang - Undang nomor 11 tahun 2018 tentang ITE terlalu prematur apabila dilanjutkan ke meja persidangan, hal itu karena minimnya barang bukti.

"Barang bukti yang ada kami anggap kurang kuat karena SZ dalam status di facebooknyaa tidak menyebutkan nama Ade Yasin selaku Bupati Bogor namun kebetulan saat menulis status yaitu hanya dengan secangkir kopi ini separuh rakyat Bogor terpengaruh atau tergiur, namun belum lama ini ternyata dia seorang (pencuri) turunan ada gambar gelas yang menampilkan foto calon Bupati Ade Yasin dan Wakil Bupati Iwan Setiawan. Menurut kami antara naskah dengan foto bukan suatu kesatuan hingga ini bukan barang bukti yang kuat," tambahnya.

Parsiholan menjelaskan dengan alasan diatas, Ia menuturkan hukuman yang cocol bagi terdakwa SZ adalah berupa sanksi sosial dan kewajiban meminta maaf kepada pihak yang merasa dirugikan atas status SZ di facebook.

"Kami mengharapkan terdakwa SZ divonis bebas karena minimnya barang bukti dimana pelaporan penghinaan ini tidak menyebutkan nama Bupati Bogoe Ade Yasin. Kalaupun Bupati Bogor Ade Yasin mau memberikan pendidikan hukum kepada terdakwa maka tidak harus memenjarakan seseorang tetapi dengan memberikan sanksi sosial dan memanggil SZ lalu disentuh hatinya agar tidak mengulangi perilakunya dan secara sukarela meminta maaf kepada pihak yang merasa tercemar nama baiknya," jelas Parsiholan.

Ia melanjutkan terdakwa SZ adalah orang miskin dan bukanlah seorang politikus, jadi kasihan kalau dia dipenjara lalu dia tidak bisa membiayai kehidupan istri dan dua orang anaknya

"Kami harapkan eksepsi kami diterima oleh pihak penuntut walaupun tidak diterima mereka, kami juga siap ke agenda selanjutnya seperti pemeriksaan keterangan saksi, terdakwa maupun korban. Kita lihat keputusan sela majelis hakim pada pekan mendatang," lanjutnya.

Ditemui terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin menyerahkan kasus pencemaran nama baik keluarganya kepada aparat hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor. Politisi PPP ini berharap hal ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat dalam menggunakan media sosial.

"Kasus pencemaran nama baik keluarga ini sudah saya serahkan kepada aparat hukum dan kita lihat proses persidangan sesuai fakta yang ada. Mengenai permintaan maaf yang dimohonkan istrinya saya secara pribadi tidak masalah dan sudah memaafkan, namun ini kan menyangkut keluarga dimana dari uyut saya hingga cicit saya yang dituduhkan pencuri turunan," tukas Ade. (Reza Zurifwan)

Loading...