Ada Kapal Kabel China Bebas di Laut Indonesia..?

Ada Kapal Kabel China Bebas di Laut Indonesia..?

INILAH, Jakarta - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Arief Poyuono mendorong Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto berani mengusir keberadaan kapal kabel asal China (Tiongkok) yang masuk ke wilayah laut Indonesia.

"Pekerjaan Rumah (PR) dari Menhan menjaga kedaulatan negara kita. Tolak kapal kabel asing RRC beroperasi di laut Indonesia," kata Arief kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Arief menduga, keberadaan kapal kabel China di wilayah laut Indonesia, melanggar asas cobatage. Ironisnya, kementerian perhubungan seolah tutup mata. "Ini ada apa? Kementerian Perhubungan kok membiarkan kapal kabel atau cable ship yang menggelar sistim komunikasi kabel bawbam. Lalu buat apa ada azas cabotage? Jangan harap kapal berbendera Indonesia menjadi tuan rumah di negara sendiri," paparnya.

"Jangan sampai, para pengusaha lokal yang telah melakukan investasi hingga miliaran rupiah menjadi sia-sia. Sebab, kapal berbendera asing justru diperbolehkan beroperasi di perairan Indonesia," ungkap Arief.

Masih menurutnya, sepanjang kapal-kapal penggelar kabel yang berbendera Indonesia standby, maka pemerintah harus mengutamakannya. Pemerintah atau negara harus hadir dalam mendukung pengusaha dalam negeri dalam menjalankan kegiatan ekonominya.

"Tidak benar diberikan ke kapal berbendera asing. Apabila kapal Indonesia tidak tersedia maka kapal asing diberikan bisa diberikan izin kegiatannya diwilayah perairan/ yuridiksi Indonesia dengan harus tunduk asas aturan yang diberlakukan negara Indonesia," ujarnya.

Dirinya mendesak Kementerian Perhubungan untuk tidak mengeluarkan surat persetujuan pengunaan kapal asing. "Begitu juga Kementerian Pertahanan, jangan sampai mengeluarkan Surat Security Clearance dan Security officer untuk kapal kabel CS Bold Maverick milik asing yang akan melakukan kegiatan pengelaran kabel di wilayah perairan Indonesia," pungkasnya. [ipe]

Loading...