Jatiluhur Jazz Festival 2019, Jazz di Atas Waduk

Jatiluhur Jazz Festival 2019, Jazz di Atas Waduk
istimewa

INILAH, Jakarta - Waduk Jatiluhur di kawasan Purwakarta, Jawa Barat bakal disulap menjadi venue konser bertaraf internasional dengan tajuk The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019.

Festival ini terbilang unik karena untuk pertama kalinya bendungan atau waduk dijadikan lokasi penyelenggaraan festival musik.

"Festival jazz ini diadakan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara, sekaligus memberikan sarana ekspresi budaya melalui musik jazz dan etnik serta sarana hiburan bagi masyarakat," kata Direktur Utama Jasa Tirta II, U. Saefudin Noer selaku penyelenggara kepada awak media di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 akan mengolaborasikan musik dari beberapa genre dengan sentuhan jazz. Menampilkan musisi luar negeri, serta musisi nasional termasuk dari Purwakarta. Mereka di antaranya adalah Dwiki Dharmawan World Peace Project feat Steve Thornton, Kamal Musallam dan Wizzy, Syaharani & Queenfireworks, Java Jive, Mus Mujiono, Krakatau, 57kustik, Moccondoss 40, Selaawi Ethnic Ensemble, Saratuspersen Band, Ermy Kullit, Indro Hardjodikoro feat Kayla, Farabi Big Band feat Ita Purnamasari, Idea Percussion, Uban Project hingga Marcell.

Tidak ketinggalan, dua artis dangdut bakal turut meramaikan gelaran jazz ini, yaitu Via Vallen dan Zakia Gotik.

"Saya berharap semoga acara ini bisa berlangsung dengan sukses dan bisa memberi manfaat bagi masyarakat, karena perhelatan ini tidak hanya menyajikan musik tetapi juga art & culture dengan melibatkan UMKM masyarakat yang ada di sekitar lokasi acara," kata Saefudin Noer.

Pemilihan Waduk Ir. H. Djuanda Jatiluhur atau yang lebih dikenal sebagai Waduk Jatiluhur dikarenakan keberhasilan Jasa Tirta II selaku BUMN pengelola SDA yang telah berhasil membersihkan badan air sungai Citarum dengan program padat karya bersama masyarakat.

"Ini merupakan sesuatu yang unik dan merupakan sebuah inovasi yang maksimal untuk memperlihatkan potensi yang ada di Jatiluhur, karena itu kami dukung karena ini punya nilai yang positif," ujar Kabag Humas Kementerian BUMN, Ferry Andrianto.

Bukan cuma menjadikan waduk sebagai wadah acara saja, The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 juga ingin berkampanye mengenai kebersihan dan lingkungan hidup. Acara itu mengambil tema Green, Water and Life.

Festival jazz ini dijawalkan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 30 November hingga 1 Desember 2019. Perhelatan ini diinisiasi oleh Jasa Tirta II dan didukung oleh BUMN serta Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

The 1St International Jatiluhur Jazz Festival 2019 membagi tiket menjadi beberapa kategori sebagai berikut.

GREEN senilai Rp 125 ribu (one day pass)
WATER senilai Rp 150 ribu (two days pass)
LIFE khusus untuk pelajar dan mahasiswa senilai Rp 100 ribu (two days pass). (inilah.com)

Loading...