Ciawi Semrawut PKL dan PSK

Ciawi Semrawut PKL dan PSK
(Reza Zurifwan)

INILAH, Ciawi - Warga Ciawi yang tergabung dalam Forum masyarakat Ciawi Peduli (Formacip) menuntut Pemcam Ciawi maupun Pemkab Bogor bertindak tegas dalam menertibkan banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL), Pekerja Seks Komersial (PSK), pabrik tak berizin, dan bus besar yang melewati jalan desa.

Keberadaan mereka tidak hanya membuat kondisi wilayah Ciawi semrawut karena kemacetan lalu lintas, tetapi juga membuat nama warga Ciawi yang agamis tercoreng karena hanya beberapa meter dari Kantor Kecamatan Ciawi hampir setiap malam PSK menjajakan dirinya di sepanjang Jalan Ciawi.

"Kami sebagai warga Ciawi meminta ketegasan Camat Ciawi Agus Hasan maupun Bupati Bogor Ade Yasin untuk menertibkan kawasan Ciawi mulai dari PKL yang berdagang bukan pada tempatnya, membersihkan Ciawi dari praktek prostitusi PSK, menertibkab pabrik ilegal dan melarang bus besar melewati jalan desa," kata Ketua Formacip Ibnu Huzai kepada wartawan usai Komisi I DPRD Kabupaten Bogor sidak ke Kantor Kecamatan Ciawi, Jumat (22/11).

Ketua Dewan Pembina Formacip Sugandi menambahkan selain menyampaikan permasalahan diatas, kepada ketua dan anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor dirinya juga menyampaikan pungutan yang luar biasa besarnya dari SMPN 1 Ciawi ke para orang tua murid.

"Saya tadi mengeluhkan pungutan atas nama sumbangan kelulusan yang dilakukan oleh SMPN 1 Ciawi kepada prang tua murid sebesar Rp 1,5 juta untuk biaya kelulusan siswa. Walaupun namanya sumbangan tetapi diwajibkan dan kalau tida bayar maka ijasah siswa atau siswi akan ditahan oleh pihak sekolah," tambah Sugandi.

Menyikapi keluhan warga Ciawi, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Usep Supratman mengungkapkan akan berkordinasi dengan Pemcam Ciawi dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk melakukan pembenahan maupun penertiban.

"Semua keluhan warga Ciawi sudah kami tampung dan saya akan panggil Satpol PP, Dinas Perhubungan , PD Pasar Tohaga dan lainnya untuk sama - sama melakukan pembenahan dan penertiban mulai dari PKL, PSK, pabrik yang ilegal maupun banyaknya bus besar yang melewati jalan desa," ungkap Usep.

Di tempat yang sama Camat Ciawi Agus Hasan akan mengajukan tambahan personil Satpol PP dan anggaran untuk melakukan aksi nongol babat (Nobat) untuk menertibkan PKL, PSK maupun penyakit masyarakat lainnya.

"Selama ini kami sebenarnya sudah melakukan penertiban ataupun novat namun karena personil Satpol PP dan anggaran kurang maka kurang maksimal hingga para PKL maupun PSK kembali berdagang atau menjajakan dirinya. Solusinya selain harus ada anggaran khusus jumlah personil Satpol PP ditambah dari 5 menjadi 15 orang," tukas Agus Hasan. (Reza Zurifwan)

Loading...