Doa Orang Kafir Sia-Sia Belaka?

Doa Orang Kafir Sia-Sia Belaka?
ilustrasi

ULAMA berbeda pendapat mengenai hukum mengaminkan doa orang kafir. Pertama, mengaminkan doa orang kafir dilarang. Ini merupakan pendapat Abul Mahasin ar-Ruyani ulama Syafiiyah.

Beliau berdalil dengan firman Allah, Doa (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka. (QS. ar-Radu: 14). Ar-Ruyani mengatakan, Tidak boleh mengaminkan doa orang kafir, karena doa mereka tidak maqbul. Berdasarkan firman Allah Taala .. (kemudian beliau menyebutkan ayat di atas). (Futuhat al-Wahhab, 2/119)

Sanggahan: Para ulama menilai pendapat beliau dan dalil beliau kurang tepat. Sulaiman bin manshur al-Jamal ulama Syafiiyah dalam Hasyiyahnya mengatakan, "Kami menyanggah apa yang diutarakan, bahwa terkadang doa mereka diijabahi sebagai bentuk istidraj, sebagaimana permintaan Iblis dikabulkan." (Futuhat al-Wahhab, 2/119)

Dr. Jailan bin Hadhar al-Arusi dalam tesisnya ad-Dua wa Manzilatuhu fi al-Aqidah al-Islamiyah mengatakan, "Masalah dikabulkannya doa itu bagian dari sifat rububiyah Allah (perbuatan Allah kepada makhluk-Nya). Dan itu mencakup seluruh makhluk-Nya, yang mukmin maupun yang kafir. Allah mengatur mereka dengan semua nikmat-Nya, termasuk mengabulkan doa, membantu orang yang kesusahan, menolong orang yang dalam bahaya, dan menghilangkan bencana."

Lalu beliau mengutip firman Allah, "Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam urusan." (QS. ar-Rahman: 29)

Dr. Jailan melanjutkan, "Sesungguhnya Allah telah mengabulkan doa makhluk yang paling jahat, yaitu Iblis. Sufyan bin Uyainah rahimahullah mengatakan, "Jangan sampai kekurangan yang ada pada diri kita menghalangi kita untuk berdoa. Karena Allah telah mengabulkan doa makhluk yang paling jahat yaitu Iblis, ketika dia meminta, Ya Allah, tungguhlah aku sampai hari kebangkitan."

Perkataan Sufyan bin Uyainah dinukil oleh al-Hafidz dalam Fathul Bari, 11/140. Sementara permintaan Iblis disebutkan dalam al-Quran surat al-Araf: 14. Mengabulkan doa itu hak Allah, yang mengatur seluruh alam dan yang mencukupi rizki mereka. Imam as-Sadi mengatakan,

"Bagian dari bukti keesaan Sang Pencipta dan Rububiyah-Nya adalah Dia mengabulkan doa sepanjang waktu. Tidak ada makhluk yang bisa menghitung berapa yang telah Allah berikan kepada orang yang meminta, dan berapa doa hamba yang Dia kabulkan, baik doa dari orang baik, orang jahat, muslim, maupun kafir."

[baca lanjutan]

Loading...