SMK Lugina Rancaekek Pamerkan Produk di Teaching Factory

SMK Lugina Rancaekek Pamerkan Produk di Teaching Factory
Kepala Cabang Dinas Wilayah VIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dra. Hj. Otin Martini, M.Pd. (baju merah) hadiri Program Teaching Factory di SMK Lugina Rancaekek, Jumat (22/11/2019). (istimewa)
SMK Lugina Rancaekek Pamerkan Produk di Teaching Factory
SMK Lugina Rancaekek Pamerkan Produk di Teaching Factory

Oleh: Suro Prapanca

INILAH, Bandung - Kepala Cabang Dinas Wilayah VIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dra. Hj. Otin Martini, M.Pd. hadiri Program Teaching Factory yang diselenggarakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Lugina Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat (22/11/2019).

Teaching Factory ini merupakan program unggulan dari SMK Lugina Rancaekek sebagai suatu konsep pembelajaran di SMK yang berbasis produksi atau jasa dan mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri.

Program ini dilaksanakan dalam suasana layaknya di industri. Siswa merancang produk, membuat prototipe, mengorganisasikan pekerjaan, melaksanakan produksi, mengevaluasi produk, sampai pada kegiatan memasarkan produk.

Implementasi Teaching Factory di SMK dapat menjembatani antara kebutuhan industri dengan kompetensi yang dihasilkan oleh sekolah.

"Ini luar biasa, di mana para siswa SMK Lugina menampilkan produk-produk sesuai kompetensi jurusan yang luar biasa, tentu ini terkait dengan revolusi industri 4.0. Ini membuktikan bahwa pada tahun ini, sesuai dengan apa yang disampaikan Kementerian Pendidikan, berarti siswa-siswa yang SMK ini benar-benar kompeten," ujar Otin Martini kepada awak media, saat meninjau langsung stan-stan pameran di halaman Kampus SMK Lugina.

Terkait dengan Teaching Factory merupakan salah satu model pembelajaran yang dimiripkan dengan industri, dari mulai proses sampai menghasilkan produk yang layak jual atau dipasarkan.

“Alhamdulillah untuk pembelajaran tahun 2019-2020 ini, SMK Lugina dapat kesempatan dari pemerintah, Kepala Cabang Dinas Wilayah VIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, terkait Teaching Factory,” tutur Kepala Sekolah SMK Lugina Endi Nurhafi, S.Si., M.Pd. kepada INILAH di kantornya.

Sebenarnya yang dievaluasi oleh direktorat itu adalah jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, tetapi di lapangan kita laksanakan bagi semua jurusan yang ada di SMK Lugina, seperti Teknik Bisnis Sepeda Motor, Teknik Mesin, Teknik Kendaraan Ringan, Perbankan Syariah, dan Desain Komunikasi Visual.

Produk yang dipamerkan dari kompetensi keahlian/jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, antara lain software Smart Home, berupa Smart Lamp dan Smart Door Lock; Smart Agriculture; Smart Presensi (Absen RFID); Smart Gate; Sensor Lampu dengan SMS; Car Automation; dan Smart School.

“Dari semua jurusan itu menyiapkan produk-produk yang dipamerkan di program Teaching Factory. Harapannya, Teaching Factory ini tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut dari mulai pembelajaran di sekolah, juga bisa menjembatani kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri,” kata Endi Nurhafi.

Menurut Endi, SMK itu keren, siswanya dibekali keahlian sesuai bidang yang diminati, dibekali pengalaman kerja di industri melalui Program Praktik Kerja Industri. Proses pembelajarannya menarik, karena lebih banyak praktik daripada teori.

Alokasi waktu untuk mata pelajaran kewirausahaan diperbanyak agar siswa memiliki mental pengusaha yang gigih dan kreatif. Mata pelajaran yang di-Ujian-Nasional-kan pun tetap menjadi perhatian. Hingga lulusannya menjanjikan, atau disinggat dengan BMW: bisa Bekerja, bisa Melanjutkan pendidikan ke perguguran tinggi atau bisa ber-Wirausaha. Bahkan bisa juga menjadi anggota TNI atau Polri. SMK adalah solusi bagi generasi penerus bangsa.

“Pesannya, kegiatan ini membahagiakan dan membanggakan, tentu apa yang disampaikan oleh pihak Dinas dan pihak terkait menjadi satu motivasi, agar SMK Lugina menggulirkan terus program yang banyak manfaat ini. Tentu, ke depan produk-produk yang dipamerkan akan semakin baik, penuh inovasi, dan bermanfaat masyarakat,” pungkas Endi. (sur)

Loading...