Buka Pospenas 2019, Menag: Santri Garda Terdepan Pembangunan Negeri

Buka Pospenas 2019, Menag: Santri Garda Terdepan Pembangunan Negeri
Menteri Agama Fachrul Razi (kedua dari kanan) saat membuka Pekan Olahraga dan Kesenian Pondok Pesantren (Pospenas) VIII tahun 2019 resmi dibuka di SPORT Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Senin (25/11/2019) malam WIB. (Ridwan Abdul Malik)

INILAH, Bandung - Pekan Olahraga dan Kesenian Pondok Pesantren (Pospenas) VIII tahun 2019 resmi dibuka di SPORT Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Senin (25/11/2019) malam WIB. Rencananya kompetisi untuk para santri itu akan digelar mulai tanggal 25 hingga 29 November.

Mengusung tema 'Mengokohkan Karakter, Sportivitas, Kebersamaan, dan Budaya untuk Kejayaan Negeri', Pospenas VIII disambut antusias santriwan dan santriwati yang akan bertanding. Sebanyak 2.130 peserta dari 34 provinsi di Indonesia akan bertanding dalam enam cabang olahraga dan sembilan cabang seni.

Perlombaan tiga tahunan tersebut, dibuka oleh beberapa penampilan dari santri di Jawa Barat. Diantaranya, Senam Bugar Insani, Tarian Raja Dogar dari kabupaten garut, pencak silat ciung wanara yang menjadi ciri khas silat dari Jawa Barat.

Pembukaan tersebut juga dibuka langsung oleh Menteri Agama Fachrul Razi didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruhzanul Ulum.

Dalam sambutannya, Menag Fachrul Razi mengatakan, para santri merupakan garda terdepan dalam pembangunan di Indonesia. Oleh karena itu, para santri haruslah memiliki tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat.

Menurutnya, ada tiga hal yang membuat santri layak menjadi garda terdepan dalam pembangunan. Diantaranya, santri memiliki jiwa yang sehat.

"Santri itu insyaallah pasti sehat, dia selalu ngaji subuh, baca quran, menghirup udara segar, jadi santri pasti sehat," ucap Menag Fachrul dalam sambutannya.

Selain itu, Fachrul menambahkan, Santri juga dinilainya memiliki kecerdasan dari berbagai aspek. Pasalnya, selain mempelajari ilmu agama, santri saat ini juga memiliki ilmu pengetahuan umum yang sangat baik.

"Santri itu pasti cerdas, karena dia mendapatkan berbagai macam ilmu, ilmu agama, pengetahuan umum. Santri sudah pasti cerdas," ujar Menag Fachrul.

Lebih lanjut, Menah Fachrul mengungkapkan, santri juga pasti dapat dipercaya atau amanah. Oleh karena itu, dari ketiga aspek tersebut santri dapat dinilai sebagai garda terdepan dari pembangunan Indonesia.

"Santri pasti amanah, salah satunya amanah terhadap orang tuanya, kedua amanah dari pesantrennya, ketiga dapat amanah dari santri pejuang masa lalu, dan yang keempat amanah dari Alloh swt," tuturnya.

Fachrul juga berharap Pospenas dapat menjadi ajang bersilaturahmi antar santri dari berbagai wilayah. Dia juga meminta agar para santri yang bertanding mengedepankan sportivitas.

"Jaga sportivitas mudah-mudahan apa yang kita lakukan mendapat rida dari Allah Swt," ungkap Fachrul.

Ditemui ditempat yang sama, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengucapkan selamat datang kepada santri yang bertanding. Menurut dia, kegiatan Pospenas bermanfaat terutama untuk mempererat silaturahmi antar pondok dan mencari bakat lain yang dimiliki santri.

"Kegiatan ini penting dan sangat bermanfaat di antaranya sebagai ajang silaturahmi di antara berbagai pondok pesantren dan pencarian bakat karena para santri bukan hanya bisa mengaji," tuturnya.

Uu menambahkan, dirinya optimis pada Pospenas 2019, Provinsi Jawa Barat mempunyai kesempatan untuk menjadi juara umum. Hal itu ditandai dengan pemberian piala bergilir dari Provinsi Banten ke Provinsi Jawa Barat.

"Jabar harus menjadi juara umum, apalagi pialanya tadi sudah diserahkan ke kami, itu tanda," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)