Pemkab Bandung Kerja Sama dengan Unpad Bangun Asrama Mahasiswa

Pemkab Bandung Kerja Sama dengan Unpad Bangun Asrama Mahasiswa
Pemkab Bandung menjalin kerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad). (istimewa)

INILAH, Soreang - Dalam upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Bandung, Pemkab Bandung menjalin kerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad). Dalam kerja sama tersebut, Pemkab Bandung dan Unpad sepakat membangun asrama mahasiswa di lokasi kampus itu.

Hal itu disampaikan Bupati Bandung Dadang MNaser disela acara Penandatanganan Nota Perjanjian Hibah antara Pemkab Bandung dan Unpad terkait Pemberian Dana Hibah Pembangunan Asrama Mahasiswa Kabupaten Bandung yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Bandung, Soreang, Selasa (26/11/2019).

Pada kerja sama tersebut, menurut Bupati Dadang Naser, pemerintah daerah menghibahkan Rp5 miliar untuk pembangunan 2 gedung, terdiri dari 6 ruangan dan kamar yang dapat menampung hingga 150 orang  mahasiswa asal Kabupaten Bandung. Asrama itu, lanjut bupati akan dibangun di lahan milik Unpad seluas 178 hektar.

Bupati menjelaskan, hibah yang diberikan merupakan salah satu upaya memanifestasikan konsep pentahelix dalam pelaksanaan pembangunannya.

”Di mana, unsur akademisi menjadi penunjang keberhasilan suatu pembangunan di suatu daerah, yang langsung dapat mendukung peningkatan kualitas SDM, yang selaras dengan salah satu misi prioritas kita, menciptakan SDM Kabupaten Bandung yang unggul,” ucapnya.

“Asrama ini penting bagi anak-anak kita yang berstudi di Unpad. Nantinya mereka bisa gunakan asrama untuk kegiatan organisasi seperti diskusi. Banyak hal bisa dilakukan antara lain, pengembangan diri dan interaksi antar mahasiswa Kabupaten Bandung dengan mahasiswa lainnya”, ujar Dadang Naser.

Dadang menyatakan, banyak mahasiswa asal Kabupaten Bandung yang berkuliah di Unpad dan berjarak jauh antara kampus dan tempat tinggalnya. Seperti mahasiswa asal Pangalengan dan Majalaya  yang memang sangat jauh ke Jatinangor.

“Bagi mahasiswa yang terbatas dalam kemampuan ekonomi juga, ini bisa digunakan untuk meringankan beban transportasi dan indekos. Selebihnya pihak Unpad yang mengatur kriteria mahasiswa yang boleh tinggal di asrama,” imbuhnya.

Sementara itu,  Wakil Rektor Unpad Bidang Keuangan dan Sumber Daya Prof. dr. Arief Sjamsulaksana Kartasasmita, Sp.m., M.Kes, Ph.D. menilai  Bupati Dadang Naser memiliki visi pendidikan yang sangat kuat. Tak hanya kerja sama dalam pembangunan asrama mahasiswa, bupati pun sepakat mengenai penggunaan asrama ini sebagai pendidikan nonformal.

“Belajar di kelas mungkin hanya menghabiskan 4 sampai 5 jam per hari tetapi di asrama bisa digunakan untuk pengembangan dan mengintegrasikan pendidikan nonformal seperti keagamaan, ekstrakurikuler dan karakter dengan pendidikan formal. Juga dengan pendidikan budaya keluhuran Kabupaten Bandung yang akan kami titipkan kepada mahasiswa yang akan tinggal di asrama tersebut.” Ujar Arief.

Selaras dengan pernyataan Bupati mengenai fungsi asrama dan keterkaitannya dengan pola pendidikan, menurut Arief, di era revolusi industri 4.0 lembaga pendidikan mengharuskan  bisa menciptakan suasana yang nyaman untuk keberlangsungan pendidikan para mahasiswa.

“Selain hal itu asrama ini bisa menjadi etalase Kabupaten Bandung yang menampilkan kultur, kebudayaan, produk pangan, sandang dan hal-hal yang berkaitan dengan Kabupaten Bandung yang dapat disaksikan oleh mahasiswa dari daerah lain”, ungkapnya pula. (agus sn)

Loading...