Cegah Penyakit Tak Menular, Sosialisasikan Pola Hidup Sehat

Cegah Penyakit Tak Menular, Sosialisasikan Pola Hidup Sehat
Kepala Dinkes Kabupaten Bandung Grace Mediana di Soreang, Kamis (28/11/2019). (rd dani nugraha)

INILAH, Bandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung terus melakukan sosialisasi mengenai pentingnya pola hidup sehat, sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi salah satu masalah kesehatan dan penyebab kematian.

Dalam upaya pencegahan PTM yang telah dilakukan Dinkes Kabupaten Bandung, melalui penyuluhan gaya hidup Cerdik, pelatihan kader posbindu PTM, deteksi dini faktor risiko PTM, deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara melalui pemeriksaan IV test dan sadanis, pengoptimalan pandu PTM di Puskesmas dan Satuan Tugas Penegak Kawasan Tanpa Rokok (Satgas KTR).

"Cerdik ini memiliki arti cek kesehatan setiap bulan, enyahkan asap rokok, rajin berolahraga dan beraktivitas minimal satu pekan tiga kali selama 30 menit, diet seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stres," kata Kepala Dinkes Kabupaten Bandung Grace Mediana di Soreang, Kamis (28/11/2019).

Berkaitan gaya hidup sehat ini, kata Grace, khusus pada pola makan adalah sepertiga karbohidrat, sepertiga sayur-mayur dan sepertiga lauk dan buah. Tak hanya itu, masyarakat pun didorong untuk selalu beraktivitas untuk membakar semua makanan yang dimakan. Karena bagaimanapun, untuk mencapai sehat harus dimulai dari diri sendiri.

"Pola makan memang sekarang orang dimudahkan oleh teknologi, hanya cukup menggunakan gadget sudah bisa pesan berbagai makanan. Namun, dengan kemudahan itu kita menjadi malas gerak dan beraktivitas," katanya.

Grace melanjutkan, tubuh manusia memerlukan asipan vitamin D dan 90 persen vitamin D berasal dari sinar matahari, dan hanya 10 persen dari makanan. Untuk memberikan pemahaman itu kepada masyarakat, pihaknya mengajak agar membiasakan Moto (Moe Tonggong) atau berjemur sinar matahari.

"Bagusnya itu berjemur dari pukul 10.00 sampai pukul 13.00, paling sedikit 15 sampai 30 menit setiap hari Moto, kami sosialisasikan dengan kata itu (Moto) agar mudah diingat masyarakat. Terutama untuk ibu hamil, karena membutuhkan vitamin D yang tinggi dan salah satunya untuk mencegah stunting," ujarnya.

Sebab menurut Grace, seorang ibu hamil jika tidak diimbangi vitamin D maka hanya mencukupi untuk dirinya saja, tapi bayinya tidak tercukupi. Oleh karena itu, cukup dibantu sinar matahari setiap hari, itu bisa mencegah stunting.

"Manfaat lainnya untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang juga. Untuk ibunya kekuatan dan pengerasan tulang. Kalau bayi untuk pertumbuhan tulangnya. Jadi sekali lagi saya titip, mari kita bersama-sama membudayakan untuk selalu berjemur dan terkena sinar matahari," katanya.

Pola hidup sehat ini, juga untuk mencegah timbulnya penyakit pada peralihan musim dari panas ke dingin (pancaroba). Biasanya, kata Grace, saat musim panas penyakit yang timbul di antaranya saluran penafasan, batuk, pilek dan sakit mata karena debu.

"Musim hujan kami antisipasi jangan sampai terjadi ledakan penyakit DBD. Ledakan penyakit DBD itu, biasanya karena kurangnya kebersihan lingkungan masyarakat," katanya.

Untuk itu,lanjut Grace, menjaga kebersihan lingkungan sangat penting khususnya saat musim hujan saat ini. Karena untuk mengantisipasi ledakan DBD tidak bisa sebatas mengandalkan pengasapan (fogging).

"Kalau ada kasus DBD masyarakat biasanya meminta untuk segera dilakukan fogging. Padahal sebenarnya fogging itu cuma membunuh nyamuk dalam 10 hari, dan itu percuma karena nanti akan merusak biota-biota lainnya. Makanya kebersihan lingkungan paling penting digalakkan, bisa dengan pola menguras, menutup, mengubur (3M)," pungkasnya. (rd dani r nugraha).

Loading...