23 Warga Kota Bogor Ngadu Nasib ke Mamuju Tengah

23 Warga Kota Bogor Ngadu Nasib ke Mamuju Tengah
Foto: Istimewa

INILAH, Bogor – Pemkot Bogor melepas keberangkatan lima Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 23 warga Kota Bogor ke Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Keberangkatan para transmigran secara resmi dilepas Wali Kota Bogor Bima Arya di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bogor, Jalan Semeru, Kecamatan Bogor Barat, Sabtu (30/11/2019).

Bima Arya sangat apresiasi kepada lima KK yang berani mengambil keputusan menjadi transmigran dari Kota Bogor ke Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

"Insya Allah bapak dan ibu sekeluarga yang kemarin berangkat akan memulai babak baru, hidup baru. Atas nama Pemkot Bogor, saya menyampaikan ucapan selamat karena lima KK itu telah membuat keputusan yang berani tapi tentunya penuh dengan persiapan. Mereka siap untuk mengawali kehidupan yang Insya Allah lebih baik dan penuh dengan barokah," ungkap Bima, Minggu (1/12/2019).

Bima Arya menyatakan ingin menengok peserta program transmigrasi asal Kota Bogor suatu saat nanti. Dirinya mendoakan mudah-mudahan langkah ini penuh dengan keberkahan bagi para keluarga yang berangkat.

"Mudah-mudahan di sana, mereka diberikan kekuatan untuk berikhtiar untuk kehidupan yang lebih baik lagi. Insya Allah nanti saya akan menengok ke sana. Saya bahagia sekali bersama-sama di sini. Insya Allah kita dipertemukan lagi," tambahnya.

Kepala Disnakertrans Kota Bogor Samson Purba mengungkapkan, warga yang berangkat ini memiliki semangat dan motivasi tinggi. Terbukti mulai dari proses perekrutan sekitar tujuh bulan lalu, mereka terus mengikuti tahapan demi tahapan, tidak pernah ingin mundur. 

"Malahan mereka lebih aktif menanyakan dan akhirnya kemarin mereka diberangkatkan oleh Bapak Wali Kota Bima Arya," tutur Samson.

Samson menambahkan, tidak sekadar administrasi kependudukannya, peserta transmigrasi ini juga telah dibantu untuk pengurusan pemindahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Kami juga ikut memindahkan sekolah anak-anaknya ke Mamuju Tengah. Lima KK ini berbeda-beda profesi sebelumnya. Ada yang sebelumnya driver ojek online, sopir angkot dan pekerja serabutan. Di Mamuju Tengah mereka akan mendapatkan satu hektar lahan yang bisa dimanfaatkan untuk tahun pertama, tahun ketiga mendapatkan dua hektar, tahun kelima sertifikat keluar," jelasnya.

Samson menegaskan, lahan tersebut akan dimanfaatkan peserta transmigrasi untuk pertanian. Kebetulan iklim daerah yang dituju itu sama seperti daerah Puncak, Kabupaten Bogor. 

"Jadi mereka akan bertani palawija. Meski latar belakang sebelumnya bukan petani, mereka sudah diberikan pelatihan pertanian selama dua minggu di Cianjur," tegasnya.

Untuk kebutuhan tempat tinggal, peserta transmigrasi asal Kota Bogor sudah disiapkan tempat tinggal yang jauh lebih nyaman dari tiga tahun sebelumnya. Karena sekarang di sana mereka mendapatkan rumah yang sudah tembok permanen dan alat-alat rumah tangga dipenuhi semua. 

"Layak sekali rumahnya. Karena pakai tipe 36 untuk rumah. Sudah ada akses jalan, air bersih dan tiang listrik sudah ada, artinya listrik akan masuk. Sementara kami fasilitasi genset dulu. Untuk kebutuhan hidup kami berikan selama 12 bulan," bebernya.

Samson juga menuturkan, sebelumnya, sejak 2010 sudah ada 13 KK yang diberangkatkan dalam program transmigrasi ini, seperti ke wilayah Kalimantan dan Lampung. 

"Yang memberikan jaminan hidup itu kami sistemnya sharing biaya, ada dari kementerian, daerah tujuan dan daerah asal. Kami untuk mendapatkan program ini harus berdasarkan kuota dari Kementerian. Tahun depan akan kami berangkatkan dua sampai tiga KK tergantung kuota yang diberikan. Yang siap ada 10 KK dari Kota Bogor," pungkasnya. (Rizki Mauludi)

Loading...