Uji Coba Kanalisasi 2:1 Pada Sabtu Depan Belum Final

Uji Coba Kanalisasi 2:1 Pada Sabtu Depan Belum Final
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Rencananya, uji coba sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 di kawasan Puncak Bogor akan kembali dilaksanakan pada Sabtu (7/11/2019) mendatang.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, hal itu dilakukan karena uji coba pada pekan terakhir Oktober lalu gagal dilaksanakan.

"Kabarnya sih BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) akan menguji coba kembali sistem rekayasa kanalisasi 2:1. Namun, keputusan akhir ada di BPTJ karena Jalan Raya Puncak itu statusnya jalan milik nasional," kata Ade kepada wartawan, Minggu (1/12/2019).

Kepala BPTJ Bambang Prihartono menjelaskan uji coba kanalisasi 2:1 itu masih menunggu satu rapat lagi. Nantinya, pelaksanaan itu dilakukan bersama Polres Bogor, polisi lingkungan warga (Polingga), Dinas Perhubungan, dan Satpol PP Kabupaten Bogor.

"Masih ada satu kali rapat lagi dan harus ada persiapan yang lebih matang lagi," ujar Bambang saat dihubungi INILAH. 

Dia menerangkan, jajarannya masih menunggu kesiapan jalan. Sebab, hingga saat ini Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) VI masih mengerjakan pelebaran ruas jalan tersebut. Selain itu, mereka pun membuat pengadaan kantong parkir, penertiban bangunan liar, dan lainnya.

"Kami lihat dulu kesiapan dan pembenahan yang dilakukan pihak terkait. Setelah itu akan dilakukan evaluasi kegagalan uji coba sistem rekayasa kanalisasi 2:1 yang dilakukan pada Oktober lalu," ucapnya.

Sementara itu, pengemudi bus wisata bernama Chairul berharap BPTJ bersama petugas gabungan lainnya konsisten dalam menegakkan peraturan baik itu dengan menggunakan sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 ataupun satu arah (one way).

"Kalau memang pada hari itu mau ditetapkan sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 maka harus sehari penuh. Kita harus konsekuen dalam menjalankan aturan. Saya melihat sistem rekayasa kanalisasi 2:1 ini memiliki tujuan yang bagus, makanya saya dukung," sebut Chairul. (Reza Zurifwan)

Loading...