(Sikap Kami) Rindu Medali Emas

(Sikap Kami) Rindu Medali Emas
Pemain Timnas U-22 Indonesia Sani Rizki melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Timnas Vietnam dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Minggu (1/12/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama.

BAGAIMANAKAH kita mengukur sepak bola kita? Bolehlah kita sebut sebagai sepak bola bombastis. Siapapun pengurus sepak bola di tingkat pusat, selalu menjanjikan ambisi yang rasanya sulit terjangkau. Kembali jadi raja Asialah, menembus Piala Dunialah, dan sebagainya.

Faktanya, untuk level Asia Tenggara saja kita tertatih-tatih. Coba tebak, kapan terakhir kita meraih medali emas SEA Games? Tak kira-kira: 28 tahun lalu. Era PSSI dipimpin Kardono. Pelatihnya Anatoly F Polosin asal Rusia, pemainnya angkatan Robby Darwis.

Setelah itu, pengurus PSSI datang dan muncul silih berganti. Dari Azwar Anas, Agum Gumelar, Nurdin Halid, Johar Arifin Husin, La Nyalla Mattalitti, Edy Rahmayadi, hingga Mochamad Iriawan alias Iwan Bule sekarang. Tak seorang pun yang mampu kembali membawa medali emas pulang.

Hampir semua pengurus itu mengusung visi-misi yang bombastis. Ada yang ingin mengembalikan Indonesia sebagai macan Asia, seperti pada dekade 190-an hingga 1970-an. Ada yang ingin meraih tiket Piala Dunia, entah apakah sadar betapa beratnya memenuhi syarat tampil di ajang bergengsi itu.

Sejatinya, target pengurus PSSI harus disederhanakan. Tak perlu muluk-muluk. Katakanlah, target awalnya bersaing di wilayah Asia Tenggara. Sebab, faktanya kita tertinggal dari Thailand, Vietnam, bahkan Malaysia. Setelah itu, baru mungkin berupaya jadi tim yang diperhitungkan di Asia.

Harapan jadi yang terbaik di Asia Tenggara itu jauh lebih realistis meski juga tak ringan untuk mewujudkan. Faktanya, ya itu tadi, sudah 28 tahun kita tak pernah meraih medali emas SEA Games.

Harapan itu, bahkan berpeluang diwujudkan pada SEA Games 2019 kali ini. Setidaknya, dari sepak terjang awal, pasukan Indra Sjafri ini menunjukkan tanda-tanda yang memberi harapan. Di laga pertama, misalnya, mereka mampu mengalahkan Thailand, sesuatu yang tak pernah bisa dilakukan setidaknya dalam enam tahun terakhir.

Kini, langkah Indonesia memastikan tiket ke semifinal sudah sedemikian ketatnya. Dua lawan terakhir yang dihadapi tinggal Laos dan Brunei Darussalam. Jika tak ada rintangan berarti, dua kemenangan bisa dikantongi.

Tim ini memang menjanjikan. Penampilan mereka cukup menawan. Strategi di lapangan pun mengesankan. Tidaklah mengherankan, dari mereka, publik sepak bola nasional berharap bisa menyudahi kerinduan akan medali emas SEA Games yang sudah lama dinanti-nantikan. (*)

Loading...