Jalur Jalan Khusus Tambang Diubah Lagi, Biayanya Rp204 Miliar

Jalur Jalan Khusus Tambang Diubah Lagi, Biayanya Rp204 Miliar
(Foto: Reza Zurifwan)

INILAH, Parungpanjang - Jalur jalan khusus tambang yang menghubungkan wilayah Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Tanggerang kembali diubah. Jika sebelumnya jalan khusus tambang tersebut memiliki panjang 13,7 km, maka bertambah menjadi 20,4 km.

Jalan khusus tambang sepanjang 20,4 km tersebut dipilih karena semua kendaraan truk tambang masuk ke jalur khusus tambang. Apabila kordinasi dengan Pemprov Banten tidak mencapai kesepakatan, maka akan bisa dilanjutkan dengan mengalihkannya ke jalab provinsi dan grade maksimum ke arah DKI Jakarta sebesar lima persen.

"Saat ini jalan khusus tambang sepanjang 20, 4 Km masih dibuat Detail Engineering Designnya oleh Dinas Bina Marga Pengairan (DBMP) Jawa Barat, rencana pembangunan jalan khusus tambang yang baru ini dianggap lebih baik karena kalau di rencana sebelumnya apabila rencana tersebut tidak disetujui Penprov Banten maka tidak akan lanjut dan kendaraan  truk tambang masih melalui jalan kabupaten dan lainnya," ucap Lestya Irmawati Kabid Insfrastruktur dan Pengembangan Wilayah Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor ketika dihubungi wartawan, Senin (2/12/2019).

Ia menerangkan dengan dibuatnya DED jalan khusus tambang pada tahun 2020 maka pembebasan lahannya akan mulai dilakukan pada tahun 2021 mendatang oleh Pemprov Jawa Barat.

"Pemprov Jawa Barat yang akan membebaskan lahan jalan khusus tambang yang memiliki luas 511.750 Km, prakiraan biaya pembangunan jalan khusus tambang ini bisa mencapai Rp 204 Miliar dan naik dari sebelumnya yang diperkirakan Rp 194 miliar,"

Irma sapaan akrabnya menjelaskan jalur baru jalan khusus tambang ini akan nyambung dengan Tol Balaraja dan JORR III hingga dirasa lebih efektif dari rencana pembangunan jalan khusus tambang sebelumnya.

"Menurut kajian minimal ada 3.000 unit truk tambang yang setiap hari hilir mudik hingga menguntungkan investor rencananya akan digandeng Pemprov Jawa Barat untuk membangun jalan khusus tambang ini yang rencananya akan diberlakukan berbayar," jelas Irma.

Terpisah, Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin menuturkan untuk mendapatkan solusi kemacetan lalau lintas yang disebabkan oleh kendaraan truk tambang. Pemkab Bogor dalam waktu dekat akan menandatangani MoU dengan Perhutani Jawa Barat.

"MoU Pemkab Bogor dengan pihak Perhutani Jawa Barat ini untuk menyediakan lahan kantung parkir truk tambang, hingga ribuan truk tambang tidak lagi membuat kemacetan lalu lintas karena supir truk parkir kendaraan besarnya di pinggir jalan," tutur Burhanudin.

Ia melanjutkan di lahan kantung parkir tersebut, nantinya akan dibangun rest area untuk para supir truk tambang  dan lainnya dimana di rest area tersebut akan ada rumah makan, mushola, toilet dan lain sebagainya. (Reza Zurifwan)

Loading...