Pemilik Usaha Keluhkan Pembangunan Trotoar Jalan Raya Soreang

Pemilik Usaha Keluhkan Pembangunan Trotoar Jalan Raya Soreang
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Sudah sekitar lima bulan terakhir ini para pelaku usaha di sepanjang Jalan Raya Soreang mengeluhkan kerugian. Pemilik usaha tepatnya di ruas jalan depan pasar dan terminal Soreang hingga alun-alun mengalami penurunan omzet usaha. Kerugian ditimbulkan akibat adanya pembangunan trotoar di sepanjang jalan depan pertokoan tempat usaha mereka.

Nanang Kanis salah seorang pelaku usaha di jalan itu mengatakan, sejak sekitar lima bulan terakhir ini trotoar jalan di depan tokonya dibongkar dan dibangun kembali. Sayangnya, selama proses pembangunan itu pihak pemborong proyek tidak memikirkan dampak pembongkaran trotoar terhadap pertokoan yang ada di sepanjang jalan itu. Lokasi bongkaran trotoar dibiarkan menganga dengan berbagai material bahan bangunan serta berangkal berserakan dimana-mana.

"Semua pelaku usaha di sepanjang jalan ini mengeluhkan omzet turun 30-50. Ya, gara-gara ada perbaikan trotoar jalan ini. Sebenarnya bukannya kami tidak mendukung pembangunan tapi perhatikan juga dong keadaannya. Jangan sampai bongkaran dibiarkan menganga dan berantakan, konsumen yang mau belanja juga jadi mengurungkan niatnya," kata Nanang, Senin (2/12/2019).

Saat ini, dia melihat pengerjaan trotoar sebagian sudah hampir rampung. Namun, di beberapa bagian masih belum selesai dan cukup mengganggu. Bahkan, keberadaannya bisa membahayakan para pejalan kaki. Salah satunya yakni lubang bak kontrol yang belum diberi penutup hanya ditutup dengan potongan papan. 

"Kalau malam di sini lumayan gelap, kalau tidak hati-hati bisa terperosok lubang bak kontrol yang belum ditutup dengan benar. Seharusnya diberi tanda yang jelas misalnya dikasih garis peringatan di setiap lubangnya supaya nggak bikin celaka pejalan kaki," ujarnya.

Salah seorang pemilik toko lain yang enggan disebutkan namanya mengaku dia merugi akibat adanya perbaikan trotoar jalan itu. Sebenarnya, bukan mereka menolak pembangunan namun alangkah baiknya tetap memerhatikan keadaan disekitarnya. Jangan sampai adanya pembangunan itu berdampak merugikan masyarakat. 

"Kami juga sadar kalau pembangunan itu untuk masyarakat. Tapi ya jangan sampai merugikan juga dong, seharusnya sebelum dibongkar itu dipikirkan juga jangan sampai terlalu mengganggu pada usaha kami," ujarnya. (Dani R Nugraha)

Loading...