Tak Ada di Musrembang, Proyek Setu Plaza Diduga 'Titipan'

Tak Ada di Musrembang, Proyek Setu Plaza Diduga 'Titipan'
(Ilustrasi/Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor- Pengamat kebijakan publik dari lembaga Centre for Budget Analysis (CBA) Ucok Sky Khadafi menduga proyek pembangunan ruang terbuka hijau publik di Kawasan Setu Plaza, Kelurahan Tengah, Cibinong senilai Rp 7,2 Miliar sarat 'titipan'.

Proyek yang dananya didapat dari bantuan keuangan (Bankeu) Pemprov Jawa Barat, ini tidak datang dari aspirasi kebutuhan masyarakat atau tidak tertuang dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrembang).

Berdasarkan info yang didapat InilahKoran, Pemkab Bogor tahun 2019 mendapatkan bantuan keuangan sebesar Rp 15 miliar untuk revitalisasi alun - alun Jonggol. Namun, di pertengahan jalan dialihkan ke revitalisasi alun - alun Setu Ciriung, karena double anggaran dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Alhasil bankeu tersebut dialihkan untuk membangun ruang terbuka hijau publik di Kawasan Setu Plaza.

"Diubah - ubahnya lokasi proyek pembangunan fisik yang dananya dari Bankeu Pemprov Jawa Barat ini ada indikasi ada proyek titipan atau kepentingan pejabat hingga aparat hukum khususnya kejaksaan harus memanggil pihak terkait," ungkap Ucok ketika dihubungi wartawan, Senin (2/12).

Ia menjelaskan alasan dipanggilnya pihak terkait wajar saja karena selain proyek tersebut tidak sesuai kebutuhan masyarakat, aparat juga harus mencurigai bahwa 'tidak ada makan siang yang gratis'.

"Pembangunan itu harus sesuai perencanaan yang diambil dari aspirasi masyarakat yang tertuang dalam Musrembang. Pindah - pindah lokasi penerima proyek Bankeu ini ditenggarai ada niat jahat karena patut diduga 'tidak ada makan siang yang gratis'," jelasnya.

Ucok menuturkan bagi pejabat Pemprov Jawa Barat ataupun lainnya yang mengalihkan proyek lokasi penerima bankeu bisa diancam Undang - Undang nomor 17 tahun 2007 tentang rencana pembangunan jangka panjang nasional.

"Pejabat Pemprov Jawa Barat atau lainnya yang melanggar Undang - Undang nomor 17 tahun 2007 bisa terancam hukumam pidana apalagi kalau dalam keputusannya tersebut merugikan keuangan negara," tutur Ucok.

Terlepas dari dugaan proyek titipan di Bankeu Pemprov Jawa Barat, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan juga memprakirakan  bahwa proyek pembangunan ruang terbuka hijau publik di Kawasan Setu Plaza tidak akan selesai sesuai target.

"Kita lihat saja apakah proyek  pembangunan ruang terbuka hijau publik yang berada di samping rumah dinas saya senilai Rp 7,2 miliar tersebut tepat waktu, kalau saya sih pesimis ya kalau melihat progres pekerjaannya. Bulan ini saya bersama Satuaj Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis juga akan ke lokasi - lokasi proyek untuk melihat sejauh mana pembangunan di lakukan," kata Iwan. (Reza Zurifwan) 


 

Loading...