Apdesi: Desa Tuntut Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi

Apdesi: Desa Tuntut Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi
net

INILAH, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil serius mempercepat pembangunan desa. Hal tersebut tampak dari program-program yang fokus pada kemajuan desa. 

Sejauh ini para masyarakat di desa masih kerap menyampaikan aspirasi terkait kondisi di wilayahnya masing-masing. Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Jabar Enjoy Rizki.

"Yang jelas, memang rata-rata masih menyampaikan aspirasi di pembangunan infrastruktur ya," ujar Rizki, Selasa (3/12/2019).

Menurutnya, selain infrastrukur warga desa pun mengharapkan ada peningkatan di sektor ekonomi. Dua hal tersebut diakuinya selalu diungkapkan masyarakat dan selalu menjadi aspirasi. 

"Kita jujur, masih banyak masyarakat yang kurang mampu dan fasilitas umum," katanya.

Namun, pihaknya menyambut baik kebijakan Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang serius mengupayakan kemajuan desa. Itu tampak dari sejumlah program yang telah digagas, mulai Satu Desa Satu Perusahaan, mengirimkan milenial dengan Program Patriot Desa, program Desa Digital, hingga Pusat Digital Desa di balai desa. 

Selain itu, melakukan pendekatan teknologi untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di desa, seperti program memberi makan ikan melalui ponsel, mencari ikan di laut dengan fish finder. 

Tidak hanya itu, Rizki mengatakan sebagai penguatan ekonomi orang nomor satu di Jabar itu pun menargetkan pada 2023 nanti program badan usaha milik desa (Bumdes) akan diterima seluruh 5.300 desa di Jabar.

"Sekarang, di pemerintahan Ridwan Kamil itu 500 desa per tahun Bumdes dibentuk plus memberikan biaya insentif Rp100 juta per desa. Dan 2023, pasti program Bumdes itu sudah akan diterima seluruh desa di Jabar," paparnya.

Mengenai fasilitas desa, Rizki pun bersyukur lantaran lambat laun satu persatu mulai terbangun. Sebut saja jembatan gantung (Jantung) Desa, Jalan Mulus, dan Listrik Pedesaan. 

"Sekarang, dengan adanya dana desa Alhamdulillah sudah mulai banyak fasilitas umum yang terbangun dengan baik," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jabar Dedi Sopandi mengatakan terdapat dua pemanfaatan dana desa pada 2019. Pertama, dana itu digunakan untuk menunjang aktivitas ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa. Untuk aktivitas ekonomi, terdiri dari pembangunan jalan desa, jembatan, pasar desa, bumdes, embung, irigasi, dan sarana olahraga. 

"Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tanggul penahan tanah, sarana air bersih, MCK, poliklinik desa, drainase, PAUD, dan sumur," katanya. 

Selain itu, dia menambahkan, khusus 2019 ini terdapat sejumlah pemanfaatan baru dari dana desa di mana tidak dilakukan pada tahun sebelumnya. Misalnya pengembangan wisata, internet, tempat pembuangan sampah dan penjemuran padi.

“Ada yang baru di 2019 dibanding dengan tahun tahun sebelumnya dalam pemanfaatan dana desa, seperti untuk internet desa, wisata desa, perpustakaan 17 unit, listrik, pembuangan sampah dan penjemuran padi,” kata Dedi.

Hanya saja, dia mengaku, serapan anggaran dana desa 2019 itu baru mencapai 64% pada November lalu. Dia optimis pada akhir tahun akan terserap dengan optimal. 

Diketahui, pendistribusian dana desa dilakukan dalam tiga tahap mulai bulan Maret hingga November. Sesuai dengan aturan, untuk pencairan dana setiap desa harus menyerahkan surat pertanggungjawaban (SPJ) lebih dulu. 

Adapun empat desa yang tidak dapat mengakses dana desa tahap kedua lantaran masalah administrasi. Penyebabnya, belum menyelesaikan SPJ dan pekerjaan fisik di lapangan. (Rianto Nurdiansyah) 

Loading...