Pembangunan Jalan Bomang, Pemkab Bogor Tolak DAK 

Pembangunan Jalan Bomang, Pemkab Bogor Tolak DAK 
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bojonggede - Untuk melanjutkan proyek pembangunan Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang), ketimbang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemkab Bogor lebih memilih menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan, langkah tersbeut dipilih agar tidak ada pihak atau oknum yang mengklaim pencairan DAK dari pemerintah pusat tersebut berkat upaya lobi ke Kementerian Keuangan.

"Walaupun agak lama terwujudnya, kalau saya bersama Badan Perencana Pembangunan Penelitian Pengembangan Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan lainnya lebih nyaman menggunakan APBD ketimbang menggunakan DAK untuk melanjutkan proyek pembangunan Jalan Bomang karena tidak ada yang mengintervensi," ucap Iwan kepada wartawan, Selasa (3/12/2019).

Dia menambahkan, selain nantinya akan ada pihak yang mengklaim berjasa biasanya proyek yang didapat dari DAK itu waktunya kerap mepet.

Terkait masih adanya praktik calo lobi DAK, pengamat kebijakan publik dari Centre for Budget Analysis (CBA) Ucok Sky Khadafi angkat bicara. Dia menuturkan, walaupun dirinya ragu pemerintah daerah harusnya berani melaporkan apabila ada praktik ilegal seperti itu.

"Selain dilema, saya ragu apabila pemerintah daerah berani melaporkan calo lobi DAK karena selama ini duit DAK itu turunnya tidak gratis. Saya melihat aparat hukum juga memelototi kasus-kasus seperti itu," tutur Ucok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada 2020 mendatang Pemkab Bogor menganggarkan Rp44 miliar untuk melanjutkan pembangunan Jalan Bomang. Terutama, di titik Kecamatan Kemang hingga Kecamatan Tajur Halang.

Dengan APBD itu, Pemkab Bogor berharap proyek pembangunan Jalan Bomang tuntas dalam empat tahun ke depan. Keberadaan Jalan Bomang ini nantinya menghindari kemacetan di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor. (Rea Zurifwan)

Loading...