Banyak Bencana, DKP Garut Ajukan CPPD 50 Ton

Banyak Bencana, DKP Garut Ajukan CPPD 50 Ton
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut mengalokasikan cadangan pangan pemerintah/pemerintah daerah (CPPD) untuk 2020 mendatang sebanyak 50 ton. Ini diajukan untuk mengantisipasi kemungkinan banyaknya penduduk Garut membutuhkan bantuan pangan akibat terdampak beragam bencana. 

“Musim hujan sekarang baru turun di akhir tahun. Di awal-awal tahun 2020 diperkirakan intensitas hujan semakin tinggi. Mau tak mau kita mesti bersiap menghadapi kemungkinan bencana alam pada musim hujan ini,” kata Kepala DKP Enok Rihawati didampingi Kepala Bidang Distribusi dan Harga Pangan Mansyur, Selasa (3/12/2019).

Mansyur mengharapkan, pengadaan CPPD di DKP bisa diproses lebih cepat. Hal itu agar pihaknya bisa dengan cepat menanggapi adanya pengajuan bantuan masyarakat terdampak beragam kejadian bencana pada awal tahun anggaran tersebut.

Selama ini, Pemkab Garut kerap kewalahan memenuhi pengajuan bantuan penduduk korban terdampak bencana akan kebutuhan terhadap pangan karena CPPD disediakan masih sangat minim. Bahkan, hingga akhir November, CPPD untuk bantuan terdampak bencana sudah habis tersalurkan. Padahal masih banyak penduduk sedikitnya di sembilan desa di tiga kecamatan terdampak bencana belum terlayani pengajuan kebutuhan bantuan pangannya.

Penduduk tersebut merupakan korban terdampak bencana kekeringan di wilayah Kecamatan Mekarmukti (5 desa), Cikelet (2 desa), dan Kecamatan Balubur Limbangan (2 desa).

Beruntung, kata Mansyur, setelah dilaporkan ke Pemprov Jabar itu penduduk di sembilan desa di tiga kecamatan ini mendapatkan perhatian. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jabar pun langsung turun menyurvei dan memverifikasi data-data penduduk bersangkutan ke lapangan. Hasilnya, DKPP Jabar menyanggupi segera menyalurkan bantuan beras bagi mereka. Setiap jiwa akan menerima bantuan beras sebanyak 300 ons per hari selama 15 hari.

“Kita hanya melakukan pendampingan selama survey ke lapangan, dan mengawasi penyaluran berasnya nanti dari Dolog ke penerima manfaat. Kita berharap beras disalurkan berkualitas baik hingga bisa diterima warga dengan baik pula,” kata Mansyur.

Pada 2019 ini, CPPD yang disediakan Pemkab Garut hanya sebanyak 28,575 ton. Itu terdiri dari APBD murni sebanyak 11,250 ton dan APBD Perubahan sebanyak 17,325 ton. Namun, hingga akhir November lalu CPPD tersebut habis tersalurkan.

“Terakhir kita salurkan beras bantuan sebanyak 2,97 kuintal ke Desa Karamatwangi Kecamatan Cisurupan untuk 45 jiwa. Makanya, saat ini, kita enggak bisa lagi menurunkan beras ketika ada masyarakat mengajukan bantuan,” kata Mansyur.

Dia menambahkan, meski terdapat peningkatan jumlah CPPD namun jumlah tersebut masih minim dibandingkan standar berdasarkan Permentan Nomor 65/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Ketahanan Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai penjabaran Peraturan Pemerintah Nomor 68/2010. Merujuk ketentuan tersebut, pemerintah kabupaten/kota semestinya memiliki cadangan pangan minimal 100 ton ekuivalen beras. (Zainulmukhtar)

Loading...