Setahun, BNNK Bogor Amankan 500 Gram Sabu-sabu

Setahun, BNNK Bogor Amankan 500 Gram Sabu-sabu
INILAH, Bogor - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor menyebut jika wilayahnya menjadi daerah strategis dalam peredaran narkotika. Dengan luas wilayah dan jumlah penduduk dalam jumlah besar, Bogor jadi pasar potensial untuk barang haram ini.
 
Sepanjang tahun 2018 saja, BNNK Bogor mengungkap delapan kasus narkoba dengan mengamankan 10 orang tersangka. Baang bukti yang berhasil diungkap BNNK Bogor bersama BNN Provinsi Jawa Barat yakni 526,01 gram sabu dan 646,9 kilogram ganja.
 
"Kami bekerja berdasarkan jaringan. Tidak yang kecil-kecil. Yang kami ungkap ini, semua sudah P21, tinggal tunggu putusan saja," kata Kepala BNNK Bogor Nugraha Setia Budhi, Rabu (26/12/2018).
 
Menurut Budhi, Bogor baik kota dan kabupatennya, menduduki posisi dua dengan jumlah pengguna narkoba tertinggi di Jawa Barat setelah Bandung. Meski tidak mengungkap jumlah secara detil, BNNK fokus pada upaya pencegahan.
 
Pencegaha, menyasar pada kaum muda, seperti anak-anak, remaja, pelajar dan mahasiswa, yang menjadi pasar jaringan sindikat narkotika. "Tahun 2018 ini kami ada 92 kegiatan dengan melibatkan 8.367 personel dalam kampanye stop narkoba," ujar Budhi.
 
Sebagai upaya deteksi dini penyalahgunaan narkoba, BNNK memfasilitasi tes urine terhadap 5.883 orang, yang terdiri dari 29 pemerintahan dengan peserta 1.929 orang, satu lembaga swasta peserta 40 orang. Lembaga pendidikan pun tidak luput dari tes urine ini. Terdapat tiga lembaga pendidikan menggelar tes urine dengan total peserta 3.914 orang.
 
"Hasilnya, delapan orang terindikasi positif narkotika mengonsumsi narkoba. Satu orang positif THC, empat orang positif BZO, satu orang MET dan dua orang MOP," kata dia.
 
Budi mengungkapkan, wilayah Puncak menjadi titik utama peredaran narkoba di Bumi Tegar Beriman. Ada pun wilayah lainnya yakni Cibinong, Parung dan Citeureup.
 
"Pola peredaran berubah-ubah karena mafianya juga mempelajari pihak hukum yang mengawasi," kata dia.
 
Sementara rentang usia pengguna narkoba, berkisar antara 30-40 tahun. "Usia produktif lah. Pelajar juga ada," ungkap Budhi. (*)