Kuasa Hukum Warga Minta Pembangunan Taman Panca Karsa Dihentikan

Kuasa Hukum Warga Minta Pembangunan Taman Panca Karsa Dihentikan
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Oteu Herdiansyah selaku kuasa hukum 16 warga yang mengaku pemilik lahan, meminta Pemkab Bogor menghentikan proyek pembangunan Taman Olahraga Panca Karsa.

Pasalnya lahan di tempat Taman Olahraga Panca Karsa berdiri, 16 warga tersebut mengaku memiliki lahan seluas 1,3 hektare. Mereka mengklaim telah membeli dari ahli waris H Iyang pada tahun 1980an.

"Kami minta pembangunan Taman Olahraga Panca Karsa berhenti dahulu sambil menunggu penyelesaian sengketa lahan antara Pemkab Bogor dengan warga ini. Kepada pihak  Bank BJB kami juga menghimbau agar tidak dulu mengucurkan dana Corporate Social Responsibilitynya (CSR)," pinta Oteu kepada wartawan di Cibinong, Rabu (4/12).

Ia pun sudah mencari fakta asal usul validasi lahan sengketa ke pihak Kelurahan Tengah, namun Oteu kecewa karena dipersulit dalam mencari informasi. Akibatnya ia berencana mengadukan pihak Kelurahan Tengah ke Ombudsman Jakarta Raya.

"Kelurahan Tengah mengulur - mengulur informasi publik dan kalau tidak ada tanggapan positif kami akan adukan pihak kelurahan ke Ombudsman Jakarta Raya. Ini kami anggap aneh karena kami merasa lahan ini belum jelas kepemilikannya walaupun pihak Pemkab Bogor mengaku memiliki lahan sengketa tersebut," sambungnya.

Oteu menuturkan bahwa sengketa lahan yang berada di Jalan Raya Tegar Beriman, Kelurahan Tengah, Cibinong ini sebenarnya bukan masalah baru dan pernah diadukan ke Komisi I DPRD Kabupaten Bogor pada tahun 2012 lalu.

"Kami membeli langsung lahan tersebut kepada pemilik yaitu ahli waris H Iyang dengan bukti akte jual beli yang ditandatangani oleh Lurah Tengah dan Camat Cibinong pada tahun 2004 - 2005, ini kok bisa sesama aparat daerah mengeluarkan kebijakan yang berbeda hingga ketika kita mau membuat sertifikat hak milik diblokir oleh pihak Kantor Pertanahan Nasional (KPN) atas permintaan  Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD)," tutur Oteu.

H Munin salah satu pemilik lahan menjelaskan dia membeli lahan seluas 2.200 meter kepada ahli waris H Iyang pada tahun 1980an lalu karena ia butuh uang akhirnya dijual hingga tersisa 650 meter.

"Jadi saya beli lahan tersebut tahun 1980an dan tiba - tiba diklaim milik Pemkab Bogor dengan bukti sertifikat hak milik yanv terbit pada tahun 2018 lalu, kami akan bahwa kasus sengketa lahan ini ke Pengadilan Negeri Cibinong," jelas H Munin. 

Terpisah, Kabid Aset DPKAD Bangun Septa mengatakan bahwa sertifikat lahan yang berada di Kelurahan Tengah tersebut sudah clear and clean dan mengenai ada gugatan dari masyarakat menurutnya adalah hak masyarakat, pihaknya pun siap meladeni tuntutam warga di Pengadilan Negeri Cibinong.

"Sertifikat lahan lokasi Taman Olahraga Panca Karsa sudah clear dan clean, apalagi aset itu sudah terdata sesuai sertifikat kepemilikan lahan yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan Nasional (KPN) Kabupaten Bogor. Kalau ada masyarakat yang mempermasalahkan, atau ada yang mengklaim seperti itu kita tegaskan itu adalah aset Pemkab Bogor dan kami siap membuktikan di Pengadilan Negeri Cibinong," kata Bangun. (Reza Zurifwan)