Tingkatkan Kualitas Biji Kopi, Distanhorbun Kab Bogor Bentuk Master Trainer

Tingkatkan Kualitas Biji Kopi, Distanhorbun Kab Bogor Bentuk Master Trainer
(Foto: Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor- Kabupaten Bogor akan mengirimkan lima orang trainer untuk dilatih menjadi master trainer penyuluh pertanian kopi.

Untuk menentukan lima orang trainer yang menjadi calon master trainer, maka akan ada seleksi puluhan hingga ratusan penyuluh pertanian kopi yang ada di 40 kecamatan.

"Saat ini Kabupaten Bogor belum memiliki master trainer penyuluh pertanian kopi, dan kami berencana menseleksi ratusan trainer penyuluh pertanian kopi untuk dijadikan master training," ucap Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor Siti Nuriyanti kepada wartawan usai menghadiri acara Master Training National Meeting 2019 di Pavo Resort Sentul, Kamis (5/12).

Dia menerangkan dengan adanya master training penyuluh pertanian kopi, maka akan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi biji kopi para petani kopi di Bumi Tegar Beriman.

"Tidak hanya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi biji kopi, para master trainer penyuluh pertanian kopi ini juga akan menghubungkan antara petani dengam konsumen atau produsen kopi baik dalam maupun luar negeri," terangnya.

Ditempat yang sama, Direktur Eksekutif Direktur Sustainable Coffee Platform Of Indonesia (SCOPI) Veronica Herlina menuturkan untuk mencapai tujuan master trainer yang berkualitas, maka standarisasi dan peningkatan kualitas master trainer secara berkelanjutan sangat diperlukan agar mereka mampu mendiseminasikan pengetahuan kepada para petani kopi. 

“Standar kemampuan  master trainer ini terus kami tingkatkan dan jumlahnya pun terus bertambah, dari tahun 2016 hingga kini kita sudah memiliki 190 master trainer mulai dari Aceh hingga Papua," tutur Veronica.

Ia menambahkan para master trainer akan diberikan pemahaman  mulai bagaimana mengantisipasi perubahan iklim, mengantisipasi serangam hama, pra hingga pasca panen biji kopi.

"Scopi berharap para petani mampu mengaplikasikan hasil penyuluhan yang telah diberikan oleh  para master trainer, dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas produksi biji kopi maka otomatis kesejahteraan petani kopi juga meningkat. Saya melihat kopi Indonesia semakin lama semakin dicintai hingga harga kopi juga semakin baik," tambahnya.

Selanjutnya, perwakilan Badan Pendidikan dan Pelatihan SDM Kementerian Pertanian Eka Haris Suparman melanjutkan para master trainer dibekali dengan modul atau buku tentang keuangan, penguatan organisasi petani, serta perhitungan produktivitas kopi yang optimal. Dan ini harus diaplikasikan oleh para petani kopi.

"Keberadaan master trainer penyuluh pertanian kopi ini adalah kepanjangan tangan pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi biji kopi di tingkat daerah maupun nasional, hingga Kementerian Pertanian siap mendukung master trainer dengan cara menyiapkan referensi maupun literasinya," lanjut Eka. (Reza Zurifwan)