KPPBC Purwakarta Musnahkan Produk Tembakau dan Likuid Vape Bodong

KPPBC Purwakarta Musnahkan Produk Tembakau dan Likuid Vape Bodong
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) tipe Madya Pabean A Purwakarta menyita sejumlah barang bukti barang yang seharusnya kena cukai tapi tak dilekati dengan pita cukai. Adapun barang bukti yang disita tersebut kebanyakan jenis rokok dan produk olahan tembakau lainnya.

Kepala KPPBC Purwakarta Guntur Cahyo Purnomo menuturkan, barang bukti ini merupakan hasil sitaan jajarannya terhitung sejak April 2018 hingga Juli 2019. Selain 42.112 batang rokok berbagai merek yang bodong, pihaknya juga menyita 2.650 mililiter likuid vape berbagai merek yang tidak dilekati pita cukai.

“Hari ini, barang bukti tersebut kami musnahkan,” ujar Guntur dalam konferensi pers di kantor KPPBC Purwakarta, Kamis (5/12/2019).

Dia menjelaskan, produk tembakau dan liquid ilegal itu merupakan hasil sitaan di beberapa tempat yang terdapat di wilayah Purwakarta, Subang, dan Karawang. Menurutnya, barang bukti yang melanggar ketentuan perundang-undangan di bidang cukai ini ditetapkan menjadi barang milik negara (BMN).

“Pemusnahan ini sesuai persetujuan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Dalam kasus ini, total nilai barang hasil penindakan cukai tersebut sebesar Rp42.964.600 dengan nilai potensi kerugian negara sebesar Rp17.351.440,” jelasnya.

Guntur menuturkan, keberhasilan penindakan yang dilakukan tidak terlepas dari bantuan dan kerjasama dengan sejumlah intansi terkait. Yakni, pihak Kepolisian, Kejaksaan, TNI, dan pemerintahan daerah dalam hal ini Satpol PP.

“Selama kurun waktu tersebut, kami telah melakukan penindakan sebanyak 29 kali atas pelanggaran ketentuan UU No 39/2007 tentang cukai di wilayah pengawasan yang meliputi Kabupaten Purwakarta, Karawang, dan Subang,” tambahnya.

Dia menambahkan, untuk diketahui selain memungut bea impor, KPPBC juga dibebani pembinaan di sektor industri. Selain itu, salah satu tugasnya juga melindungi masyarakat dari pembelian barang-barang ilegal. Selama ini, cukai menjadi salah satu sumber penerimaan negara. Pendapatan dari cukai ini, digunakan untuk mendanai kegiatan pembangunan nasional. (Asep Mulyana)