Kasi Datun Tidak Mengetahui Asal-usul Proyek Pembangunan RTH Senilai Rp7,2 Miliar

Kasi Datun Tidak Mengetahui Asal-usul Proyek Pembangunan RTH Senilai Rp7,2 Miliar
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Kepala Seksi (Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Rusli Putra Aji mengaku tidak mengetahui asal-usul rencana proyek pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) publik di Kawasan Setu Plaza, Kelurahan Tengah, Cibinong.

Dia mengaku jajarannya hanya mendampingi pelaksanaan proyek senilai Rp7,2 miliar yang berasal dari bantuan keuangan Pemprov Jabar tersebut agar tidak ada penyelewengan penggunaan anggaran.

"Kalau rencana awal proyek bantuan keuangan ini misal harusnya di titik A atau B dan bukannya di lokasi saat ini saya tidak tahu. Karena kami hanya diminta mendampingi oleh Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor selaku pengguna anggaran untuk mengawasi penggunaan anggarannya," kata Rusli ketika dihubungi wartawan, Kamis (5/12/2019).

Dia menerangkan, jajarannya dimohon untuk mendampingi pelaksanaan proyek
pembangunan proyek pembangunan RTH publik di Kawasan Setu Plaza, Kelurahan Tengah, Cibinong. Usai melihat keabsahan lahannya serta kajian lainnya, dia menyebutkan proyek itu layak didampingi.

"Seksi Datun Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor hanya menanggani bidang hukumnya saja seperti keabsahan kepemilikan lahan. Kalau titik lokasi, apakah sesuai kajian analisa dampak lingkungan dan lainnya di luar bidang hukum itu kami tidak tahu karena bukan tugasnya," terangnya.

Rusli menjelaskan, proyek pembangunan proyek pembangunan RTH publik di Kawasan Setu Plaza, Kelurahan Tengah, Cibinong ini progres pekerjaannya akan tepat waktu. Walaupun, saat dua pekan lalu progresnya baru mencapai 60%.

"Memang dua pekan lalu progres pekerjaan pembangunan proyek pembangunan RTH publik di Kawasan Setu Plaza, Kelurahan Tengah, Cibinong ini baru 60%. Sementara target pekerjaan tanggal 20an bulan Desember ini. DPKPP dan penyedia jasa yaitu PT Sinar Cempaka Raya mengaku proyek senilai Rp7,2 miliar ini akan tepat waktu," jelas Putra.

Berbeda dengan DPKPP, PT Sinar Cempaka Raya dan Seksi Datun Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan beberapa waktu lalu pesimis proyek pembangunan ruang terbuka hijau ini akan tepat waktu.

"Kita lihat saja apakah proyek pembangunan RTH publik yang berada di samping rumah dinas Wakil Bupati senilai Rp7,2 miliar tersebut tepat waktu. Kalau saya sih pesimistis ya kalau melihat progres pekerjaannya. Bulan ini, saya bersama SKPD (satuan kerja perangkat daerah) teknis juga akan ke lokasi-lokasi proyek insfrastruktur lainnya untuk melihat sejauh mana pembangunan di lakukan," tukas Iwan. (Reza Zurifwan)