9 Desa di Cikajang Tolak Gabung DOB Garut Selatan 

9 Desa di Cikajang Tolak Gabung DOB Garut Selatan 
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Masyarakat desa yang ada di wilayah Kecamatan Cikajang menyatakan pro dan kontra terhadap rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Garut Selatan sebagai pemekaran dari induk Kabupaten Garut.

Dari 12 desa yang ada, sebanyak 9 desa di antaranya menolak bergabung dengan DOB Garut Selatan. Hanya 3 desa menyatakan sepakat bergabung.

Kesembilan desa menyatakan menolak bergabung yakni Desa Cikajang, Padasuka, Cibodas, Mekarsari, Simpang, Mekarjaya, Girijaya, Karamatwangi, dan Margamulya. Sedangkan, tiga desa yang menyetujui bergabung yakni Desa Giriawas, Cikandang, dan Cipangramatan.

Sikap tersebut diperoleh berdasarkan hasil Musyawarah Desa (Musdes) yang diikuti para tokoh masyarakat yang difasilitasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) masing-masing desa, belum lama ini.

Kepala Desa Simpang Ahmad Kosasih mengatakan, kesembilan desa yang menolak bergabung itu menyebutkan nantinya akses ibu kota DOB Garut Selatan di Kecamatan Mekarmukti terlalu jauh jaraknya dibandingkan dengan ibu kota Kabupaten Garut sekarang di Garut Kota. Dia menegaskan, hal itu dinilai akan memengaruhi aspek pelayanan ke depan.

“Aksesnya (ke Mekarmukti) memang jauh. Mungkin di pelayanan juga jauh berbeda. Kalau di Garut, kan pelayanannya sudah ideal,” ujarnya, Kamis (5/12/2019).

Desa Padasuka menggelar Musdes dengan difasilitasi BPD setempat soal DOB Garut Selatan pada 2 Desember 2019.

Terkait banyaknya desa di Cikajang menolak gabung DOB Garut Selatana, Dewan Penasehat Presidium Garut Selatan (Garsel) Suryaman Anang Suatma menegaskan pihaknya dengan Pemkab Garut sepakat mengeluarkan Kecamatan Cikajang sebagai bagian dari rencana DOB Garut Selatan.

Hal itu dilakukan agar pro kontra kerap muncul di masyarakat Cikajang tidak mengganggu, atau merusak suasana dan tatanan administratif menyangkut persiapan pembentukan DOB Garut Selatan.

“Daripada memunculkan gaya politik lokal yang terus terusan main tarik ulur, dan menjadi hambatan ke depannya, ya mendingan Cikajang dikeluarkan saja dari DOB Garut Selatan,” tegasnya.

Suryaman menuturkan, semula Kecamatan Cikajang masuk di antara 16 kecamatan yang akan menjadi bagian dari wilayah DOB Garut Selatan karena secara historis, geografis, tata letak wilayah, dan hasil kajian mengacu hasil kajian Badan Pengembangan Wilayah Jabar Selatan Pemprov Jawa Barat menunjukkan Cikajang layak masuk DOB Garut Selatan. 

Namun, jika dalam perkembangannya ternyata masyarakat Cikajang berkata lain atau menolak bergabung dengan DOB Garut Selatan maka pihaknya takkan berkeberatan sama sekali.

Terpisah, Asisten Administrasi Bidang Pemerintahan Setda Pemkab Garut Nurdin Yana hanya berkomentar singkat.

“Pemerintah Daerah tidak dalam kapasitas memutus. Hanya menyampaikan apa yang dihasilkan Musdes,” ujarnya. (Zainulmukhtar)