Jelang Nataru, Polres Purwakarta Intensifkan Operasi Cipta Kondisi

Jelang Nataru, Polres Purwakarta Intensifkan Operasi Cipta Kondisi
olres Purwakarta menemukan ratusan botol miras di sebuah kontrakan. (Asep Mulyana)

INILAH, Purwakarta – Di Kabupaten, peredaran minuman beralkohol kian hari semakin memprihatinkan. Ironisnya, tak hanya berkedok depot jamu, para penjual minuman memabukan ini juga ada dari kalangan masyarakat biasa.

Hal itu terbukti, saat jajaran Polres Purwakarta menemukan ratusan botol miras di sebuah kontrakan. Kasat Narkoba Polres Purwakarta, AKP Heri Nurcahyo menuturkan, pihaknya mulai mengintensifkan razia minuman keras ini sebagai bagian dari upaya cipta kondisi jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Dalam kegiatan malam tadi, kami berhasil menyita sedikitnya 615 botol miras berbagai merk dari sejumlah depot jamu dan sebuah kontrakan di Kecamatan Plered,” ujar Heri kepada wartawan, Jumat (6/12/2019).

Menurut Heri, minuman beralkohol bisa menjadi salah satu sumber dari berbagai penyakit masyarakat. Bahkan, dampak meminum minuman keras ini salah satunya bisa memicu kenakalan remaja. Bisa saja, para remaja ini setelah mabuk-mabukan, kemudian melakukan hal negatif. Misalnya, mencopet, berkelahi bahkan hingga melakukan tindak asusila.

Untuk itu, pihaknya pihaknya akan gencar melakukan operasi Cipta Kondisi tersebut. Dengan mengintensifkan razia, diharapkan bisa memutus mata rantai peredaran minuman memabukan ini.

“Kami akan intensifkan razia seperti ini. Bukan hanya di wilayah perkotaan, kami juga akan menyisir wilayah pelosok. Ini bagian dari menjaga kondusifitas jelang Natal dan Tahun Baru 2020 nanti,” tambah dia.

Dalam hal ini, pihaknya pun mengharapkan peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi mengenai keberadaan miras tersebut. Sehingga, keberadaan miras mudah diketahui.

“Memang kita sangat perlu informasi dari masyarakat, dan saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah mau bekerja sama dengan memberikan informasi kepada kami,” pungkasnya. (Asep Mulyana)