Polresta Bogor Ringkus 13 Pengedar Narkoba 

Polresta Bogor Ringkus 13 Pengedar Narkoba 
Satuan Reserse Narkoba Polresta Bogor Kota menangkap 13 orang pengedar dan penyalahgunaan narkoba selama November. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor – Satuan Reserse Narkoba Polresta Bogor Kota menangkap 13 orang pengedar dan penyalahgunaan narkoba selama November. Seorang di antaranya masih berusia remaja, yakni RH, warga Sukaraja, yang kedapatan menyimpan tembakau sintetis.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser mengatakan, para tersangka diamankan saat melakukan transaksi jual beli narkoba dengan cara ditempel. Total ada 13 tersangka yang diamankan dari 11 kasus yang ditangani Satnarkoba Polresta Bogor Kota.

“Jadi ini hasil Operasi Antik 2019 dan kegiatan yang sama dengan sebelumnya. Kami akan komitmen untuk terus memburu dan mencegah peredaran narkoba,” ungkap Hendri

Dari penangkapan tersebut, diamankan barang bukti sabu-sabu 265,2 gram, tembakau sintetis 150 gram, dan obat keras 474 butir. 

“Para pelaku disangkakan pasal 114 ayat 2 subsaider pasal 112 ayat 2 undang-undang RI No 35 tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukuman 6 tahun dan paling lama 20 tahun pidana atau denda Rp1 miliar,” tambahnya.

Kasat Narkoba Kompol Indra Sani mengatakan, satu pelaku masih remaja berinisial RH. Dia kedapatan memiliki 24 klip tembakau sintetis dengan total berat 150 gram. Dari pengakuannya, RH mendapat barang tersebut melalui transaksi jual beli online.

“Informasinya mendapat dari temannya, makanya kami antisipasi sekecil apapun untuk memutus jaringan tersebut. RH mengaku membeli tembakau sintetis melalui media sosial instagram,” tuturnya.

Indra melanjutkan, awalnya RH mengetahui tentang tembakau sintetis dari rekannya. Kemudian dirinya mencari tahu di laman media sosial hingga akhirnya membeli 24 klip. Jika dilihat dengan kasat mata, tembakau tersebut sama seperti tembakau lainnya, tetapi tembakau sintetis sudah dicampur bahan kimia yang bisa merusak saraf manusia.

Indra menjelaskan saat ini peredaran narkoba jenis sintetis tidak terjadi di sekolah dan pelajar. Namun pihaknya terus mengantisipasi dan melakukan pencegahan peredaran narkoba tersebut.

“Sementara belum ada indikasi masuk ke sekolah. Cuma ini masih di kalangan anak muda. Makanya, kami upayakan untuk memutus dengan melakukan pencegahan,” pungkasnya. (rizki mauludi/ing)