Bulog: Penyaluran BPNT Cianjur Belum Optimal

Bulog: Penyaluran BPNT Cianjur Belum Optimal
Kepala Bulog Subdivre Cianjur, Jawa Barat, Agus Siswantoro (Ahmad Fikri)

INILAH, Cianjur- Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Cianjur, Jawa Barat, mencatat penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) belum dapat tersalurkan secara optimal. Pasalnya, ada beberapa distributor atau suplier tidak mengambil beras dari Bulog, sehingga stok berasal di gudang masih menumpuk.

"Stok yang ada baru dapat tersalurkan 1.000 ton, hanya enam distributor yang melakukan kerja sama dengan Bulog Subdivre Cianjur," kata Kepala Bulog Subdrive Cianjur, Agus Siswantoro pada wartawan, Jumat (6/12/2019).

Ia mengungkapkan, meskipun Kemesos telah mengeluarkan surat edaran terkait penyaluran BPNT, namun hanya sebatas imbauan, sehingga tidak mengharuskan distributor untuk mengambil beras dari Bulog.

"Sampai sekarang belum ada sanksi bagi distributor yang tidak mengambil beras dari bulog. Sehingga kami hanya melayani distributor yang datang saja," katanya.

Hingga November total penyaluran beras BPNT baru 1.000 ton dari target keseluruhan sebanyak 5.000 ton dengan rincian yang sudha tersalurkan Cianjur mencapai 600 ton, Sukabumi 200 ton, Bogor dan Depok 200 ton.

"Kebutuhan untuk Cianjur 1.600 ton sedangkan kebutuhan untuk seluruh Kabupaten/Kota yang dibawahi Bulog Subdivre Cianjut sekitar 5.000 ton," katanya.

Penyaluran BPNT untuk Cianjur terdapat dibeberapa kecamatan Campaka, Campaka Mulya, Cianjur, Cibinong, Cidaun, Takokak, Sindangbarang, Sukanagara, Leles dan Karangtengah.

"Masih banyak wilayah yang belum disalurkan karena sesuai kesepakatan semua wilayah berkomitmen untuk mengajukan PO ke Bulog sesuai dengan instruksi Kemensos, baru dkirim," katanya.