Dipecat Dewas, Dukungan untuk Helmy Terus Mengalir

Dipecat Dewas, Dukungan untuk Helmy Terus Mengalir
Direktur Utama (Dirut) TVRI, Helmy Yahya

INILAH, Jakarta - Keputusan Dewan Pengawas (Dewas) LPP TVRI mencopot Direktur Utama (Dirut) TVRI, Helmy Yahya menimbulkan kegaduhan baru. Helmy melawan dan didukung banyak tokoh.

Berdasarkan surat bernomor 3 Tahun 2019, Dewas TVRI memberhentikan Helmy Yahya. Selanjutnya menunjuk Supriyono sebagai Plt Harian Direktur Utama yang sebelumnya menjabat Direktur Teknik TVRI.

Helmy kemudian mengirim surat bantahan terhadap surat yang tidak jelas itu. Bahwa surat Ketua Dewan Pengawas TVRI cacat hukum dan tidak mendasar sehingga Surat Keputusan itu tidak berlaku.

Disebutkan bahwa pemberhentian direksi LPP TVRI sebelum habis masa jabatan diperkenankan apabila tidak melaksanakan ketentuan undang-undang, bertindak merugikan lembaga, dipidana karena melakukan tidak pidana.

"Bahwa saya akan tetap menjalankan tugas sebagai Direktur Utama TVRI," tulis dalam surat Helmy Yahya No 1582/1.1/TVRI/2019 tentang Tanggapan Terhadap Surat Dewan Pengawas No 241/DEWAS/TVRI/2019 tentang SK Dewan Pengawas Nomor 3 Tahun 2019.

Perlawanan Helmy mendapat sokongan dari sejumlah tokoh. Setelah anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi, dan tokoh pers nasional, Ilham Bintang, dukungan untuk Helmy Yahya juga datang dari ekonom senior DR. Rizal Ramli.

Rizal mengatakan Helmy adalah pembaharu di TVRI. "Ini yang harus diganti adalah Dewan Pengawas," ujar Rizal Ramli, mantan Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan di era Presiden Abdurrahman Wahid. [ipe]