Jelang Tahun Baru, Polres Bogor Pelototi Potensi Pesta Narkotika dan Seks

Jelang Tahun Baru, Polres Bogor Pelototi Potensi Pesta Narkotika dan Seks
net

INILAH, Bogor - Menjelang pergantian malam tahun baru, Sat Narkoba Polres Bogor mengantisipasi adanya pesta narkotika maupun seks di Bumi Tegar Beriman.

Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Andri Alam mengaku, pihaknya akan mendeteksi potensi adanya pesta narkotika maupun seks. Caranya, itu dilakukan dengan memantau sejumlah akun sosial media.

"Kawasan wisata seperti Puncak maupun Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) beberapa kali menjadi tempat pesta narkotika ataupun seks hingga kami di jelang malam tahun baru ini akan mengantisipasinya, salah satunya dengan memantau beberapa aplikasi sosial media," ujar AKP Andri kepada wartawan di Mako Polres Bogor, Jumat (6/12/2019).

Dia menambahkan, jajarannya tidak bisa mencegah atau memberantas peredaran maupun penyalah gunaan narkotika hingga ketika ada informasi adanya pesta narkotika maupun seks bisa dilaporkan ke polisi ataupun Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Kalau masyarakat mengetahui adanya pesta narkotika atau seks bisa dilaporkan ke pihak kepolisian dan jangan menghakimi sendiri agar tidak salah bertindak," tambahnya.

Pada Mei lalu, aparat kepolisian dibantu aparatur Kecamatan Cisarua berhasil menggagalkan pesta narkoba maupun pesta seks yang digelar di Villa Julio, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Dalam operasi penangkapan tersebut, petugas kepolisian mengamankan 27 orang laki-laki dan 5 orang perempuan berikut barang bukti narkotika berupa  tembako gorila, sabu, obat golongan G tramadol, 3 unit mobil, dan 4 sepeda motor.

"Kami berhasil mengamankan 27 orang laki-laki dan 5 orang perempuan, berikut barang bukti narkotika berupa  tembako gorila, sabu, obat golongan G tramadol, 3 unit mobil dan 4 sepeda motor dalam penggerebekan Mei lalu," ujar Kapolsek Cisarua saat itu Kompol Nur Ikhsan.

Dia menerangkan narkotika yang ditemukan ditemukan di dalam kamar, ruang tamu Villa Julio dan mobil milik calon tersangka yang berhasil melarikan diri saat penggerebekan.

"Tembakau gorila  seberat 2,89 gram kami amankan dari dalam kamar tepatnya di atas ranjang bukan dalam penguasaan, lalu satu paket kecil sabu seberat 0,36 gram dari ruang tamu juga  bukan dalam penguasaan orang dan dua butir obat tramadol diamankan di jok mobil Avanza milik Ade Jiung yang berhasil kabur," terangnya.

Ikhsan menjelaskan, 32 orang yang diamankan aparat pun langsung digelandang ke Mako Polres Bogor untuk selanjutnya dimintai keterangan dan dites urine.

"Dari hasil pemeriksaan tes urine, 4 orang perempuan dan 9 orang laki-laki positif menggunakan narkotika jenis sabu karena kandungan urinenya mengandung amphetamin. Untuk 13 orang tersebut akan direbilitasi sementara ini kami masih mengejar calon tersangka Ade Jiung karena diduga memiliki narkotika tersebut," jelas Ikhsan. (Reza Zurifwan)