200 Personel Dikerahkan Perbaiki Jalur KA Tergerus Longsor

200 Personel Dikerahkan Perbaiki Jalur KA Tergerus Longsor

INILAH, Sukabumi,- PT KAI mengerahkan 200 personel untuk memperbaiki rel Kereta Api (KA) Pangrango jurusan Sukabumi-Bogor maupun sebaliknya di Kampung Cicewol, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya antara stasiun Parung Kuda-Cicurug di KM 28+2/3, yang tergerus longsor.

"Ratusan personel yang kami kerahkan untuk memperbaiki perlintasan KA di Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug ini untuk memaksimalkan penanganan longsor sepanjang sekitar 15 meter," kata Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa melalui sambungan telepon dar
​​​​​​dari Sukabumi, Sabtu.

Menurutnya, selain mengerahkan personel untuk  perbaikan jalur perlintasan KA Pangrango, PT KAI pun menerjunkan sejumlah alat berat untuk mempercepat dan mempermudah perbaikan agar pelayanan transportasi massal ini bisa kembali normal.

Hingga saat ini perbaikan masih dilakukan seperti pembuatan konstruksi penyangga pemadatan tanah di lokasi longsor serta pengerukan lumpur menggunakan ekskavator di lokasi bencana.

Selain itu, material berupa pilar penyangga, bantalan kayu, rel baja untuk penguat jalur dan batu balas pun telah disiapkan. Dalam upaya perbaikan ini pihaknya juga berkoordinasi dengan Satuan Kerja Direktorat Jendral Kereta Api Kementerian Perhubungan.

PT KAI Daop 1 Jakarta terus berupaya untuk meminimalisir gangguan perjalanan kereta api (KA) di lintas Bogor-Sukabumi melalui sejumlah upaya pada proses perbaikan agar dapat segera selesai dan jalur dapat kembali dioperasikan untuk pelayanan.

"Akibat longsor ini seluruh perjalanan KA Pangrango baik dari Sukabumi menuju Bogor maupun sebaliknya dibatalkan dan kepada calon penumpang kami meminta maaf atas gangguan ini," tambahnya.

Sebelumnya, jalur KA Sukabumi-Bogor antara stasiun Parung Kuda-Cicurug di KM 28+2/3 tepatnya di Kampung Cicewol, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi tergerus longsor pada Jumat, (6/12) sekitar pukul 20.30 WIB yang mengakibatkan jalur anjlok.

Meskipun tidak ada korban jiwa pada peristiwa bencana ini tetapi, bencana ini mengakibatkan pelayanan transportasi umum massal iini terganggu dan seluruh jadwal perjalanan KA Pangrango pada Sabtu, (7/11) dibatalkan. (antara)