Minat Pemuda Akan Dunia Usaha Perlu Ditingkatkan Kembali

Minat Pemuda Akan Dunia Usaha Perlu Ditingkatkan Kembali
foto: INILAH/Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Minat Pemuda di Kota Bandung akan dunia wirausaha khusunya dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dinilai meningkat. Hal itu terbukti dari banyaknya pemuda yang masih menyandang status mahasiswa namun sudah memiliki kegiatan usaha.

Demikian disampaikan, pengamat ekonomi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung jati Bandung, Yukinun saat ditemui usai menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk, "Kontribusi Pemuda Terhadap Pembangunan Ekonomi (UMKM) di Kawasan ASEAN" yang digagas DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bandung, Jalan Ir. H. Juanda (Dago), Kota Bandung, Jumat (7/12/2019).

"Secara kuantitas ada perubahan ke arah kemajuan, artinya presentasenya ada kenaikan, terbukti sekarang mahasiswa sudah mulai aktif dan berperan dalam kegiatan bisnis berdasarkan hobi dan skil yang dimiliki, ada tren kesana," ucap Yukinun.

Yukinun mengungkapan, pemuda di Kota Bandung rata-rata memiliki kreatifitas yang tinggi. Hal ini dinilainya, menjadi satu diantara pemicu tingginya minat usaha khusunya di bidang UMKM.

"Kalau di kota bandung saya pikir pemuda memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi yah, ini menunjukan bahwa pemuda ini sudah bergeser orientasinya, yang tadinya mencari kerja sekarang bagaimana menciptakan lapangan kerja," ujar Yukinun.

Kendati demikian, lanjut Yakinun, hal ini harus didukung oleh pihak lain misalnya pemerintah dengan memberikan permodalan. Pasalnya, tidak sedikit usaha UMKM yang bangkrut akibat kurangnya modal.

"Nah harus ada peran pemerintah disitu dalam memberikan pembiayaan atau permodalan kepada pemuda yang sudaj memiliki bidang usaha yang sedang dikelola, artinya kegiatan usahanya nyata, namun terkendala di modal," tuturnya.

Ditemui ditempat yang sama, Ketua DPD KNPI Kota Bandung, Hendra Guntara mengungkapan kegiatan FGD tersebut digelar dalam rangka meningkatkan minat dan menciptakan wirausahawan muda baru di Kota Bandung.

"Ini bentuk respon kami untuk memacu minat pemuda dalam berwirausaha, jadi mindset pemuda diharapkan nantinya tidak lagi berorientasi pada bagaimana dia dapat kerja, melainkan bagaimana menciptakan lapangan kerja. Minimal untuk dirinya sendiri," ucap Hegun.

Sementara itu, Ketua Panitia Fahmi menambahkan, sebenarnya minat usaha pemuda di Kota Bandung mengalami kenaikan. Namun, jika dibandingkan dengan bebrapa kota di negara maju di kawasan ASEAN, masih sangat kurang.

Oleh karena itu, kegiatan diskusi tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu bagi para pemuda di Kota Bandung untuk memiliki wacana atau rencana usaha, khusunya dalam bidang UMKM.

"Pada dasarnya kegiatan ini untuk memberikan ruang bagi para pemuda di kota bandung untuk membuka wacana bagaimana kondisi kawasan ekonomi asean hari ini," ujar Fami.

"Saya pikir kita harus berbicara bahwa rasio pengusaha pemuda masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara maju," pungkas Fahmi. (Ridwan Abdul Malik)