30 Persen PMKS di Kota Bandung Adalah Pribumi

30 Persen PMKS di Kota Bandung Adalah Pribumi

INILAH, Bandung - Sebanyak 170 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) terjaring operasi yang dilakukan Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung sepanjang 2019.

Jumlah itu, dikatakan Kadinsosnangkis Kota Bandung Tono Rusdiantoro merupakan gelandangan, pengemis, pengamen, hingga anak jalanan dan 30 persen diantaranya adalah mereka yang berasal dari Kota Bandung. 

"Sementara sisanya berasal dari luar, tetapi masih wilayah Jawa Barat," kata Tono pada Sabtu (7/12/2019). 

Diakui dia, keberadaan PMKS menciptakan ketidaknyamanan meski jumlahnya terhitung sedikit. Mereka telah melanggar Peraturan daerah (Perda) Nomor 11 tahun 2005 tentang pelaksanaan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3). 

"Kota Bandung kan dikenal sebagai daerah tujuan wisata. Sehingga bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang datang, dan mereka juga menimbulkan kekumuhan," ucapnya. 

Dia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penertiban terhadap PMKS. Itu disebut dia agar Kota Bandung tetap dapat bisa memberikan kenyamanan baik bagi warga masyarakatnya, maupun para wisatawan yang berkunjung. 

"Kita juga melakukan assessment berdasarkan penyakit sosial yang disandang. Contoh masih ada anak yang 'ngelem', kita lakukan pembinaan dan berikan edukasi terkait berbahayanya hal tersebut," ujar dia. (Yogo Triastopo)