Jalan Puncak Ada Bottle Neck, Kanalisasi 2 : 1 Tidak Dilaksanakan Secara Utuh

Jalan Puncak Ada Bottle Neck, Kanalisasi 2 : 1 Tidak Dilaksanakan Secara Utuh
(Foto: Reza Zurifwan)

INILAH, Puncak - Uji coba sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 (2 lajur naik ke atas dan satu lajur turun ke bawah atau sebaliknya) tidak dilaksanakan secara utuh, Sabtu (7/12/2019). Uji coba berlangsung hanya mulai jam 13.00  hingga 16.00 WIB.

Hal tersebut karena dari pukul 07.00 hingga 12.00 WIB, Kepolisian, Dinas Perhubungan, Badan Pengeloal Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Satpol PP, Polisi lingkungan warga (Polingga) maupun Pramuka tetap melaksanakan one way ke arah Puncak. 

"Setelah  pagi haru kami menerapkan sistem rekayasa arus lalu lintas one way, maka kami akan  lakukan  uji coba kanalisasi 1 : 2 ke arah Jakarta dari pukul 13.00 - 16.00 WIB. Dan setelah pukul 16.00 WIB arus lalu lintas akan dinormalkan lagi menjadi dua arah," kata Kapolres bogor AKBP Muhammad Jhoni kepada  wartawan di Gadog, Ciawi Sabtu (7/12).

Ayah dua orang anak ini menerangkan karena insfrastruktur jalan masih kurang layak, maka jajarannya tidak bisa melaksakan uji coba sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi  2 : 1 atau sebaliknua secara utuh hingga akan dikombinasi lagi dengam sistem one way

"Insfrastruktur jalan dari Gadog, Ciawi hingga Gunung Mas, Cisarua itu lebarnya kurang ideal hingga ada beberapa titik yang bottle neck hingga akan menimbulkan kemacetan yang panjang kalau kita tetap memaksakan sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisi 2 : 1. Kombinasi rekayasa arus lalu lintas ini kami berlakukan terus hingga lebar jalan Raya Puncak sudai memadai  dan jika sudah memasai maka  kami akan terapkan sistem rekayasa arus lalu lintas  kanalisasi 2 : 1 ini secara utuh baik untuk arah Puncak maupun Jakarta sesuai jamnya masing - masing," terangnya.

Di tempat yang sama, Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fadly Amri menuturkan bahwa untuk melaksanakan uji coba kanalisasi 2 :1  jajarannya sudah mengerahkan puluhan anggota untuk memasang 1.000 traffic cons mulai dari Gadog, Ciawi hingga Simpang Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua.

"Jumlah personil gabungan dari kepolisian, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Satpol PP, Polingga ada 200an personil, mereka selain bertugas memasang traffic cone juga mengamankan ketertiban pengendara untuk tetap berkendara sesuai lajurnya hingga tidak 'melambung' dan menimbulkan kemacetan lalu lintas," tutur AKP Fadly.

Ia melanjutkan pelaksanaan sistem  rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2 : 1 ataupun one way ini akan diberlakukan sesuai kebutuhan atau dinamika di lapangan.

"Kami terus menganalisa dan mengevaluasi sistem rekayasa arus lalu lintas yang cocok, baik one way atau kanalisasi 2 : 1 bukanlah harga mati dan akan kami pakai tergantung dinamika arus lalu lintas di lapangan," lanjutnya. (Reza Zurifwan)