Leuweung Geledegan Ecolodge Bidik Pasar Wisatawan Jabodetabek

Leuweung Geledegan Ecolodge Bidik Pasar Wisatawan Jabodetabek
Foto: Doni Ramdhani
Leuweung Geledegan Ecolodge Bidik Pasar Wisatawan Jabodetabek
Leuweung Geledegan Ecolodge Bidik Pasar Wisatawan Jabodetabek

INILAH, Bogor - Awal Desember ini, Bogor memiliki sebuah destinasi wisata anyar. Tak hanya sebuah penginapan, Leuweung Geledegan Ecolodge (LGE) ini mengusung tema meetings, incentives, conferences and exhibitions (MICE) dan mengedepankan edukasi publik.

Berlokasi di Jalan Tamansari, Kelurahan/Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, tempat ini tak jauh dari pusat Kota Hujan. Letaknya persis di kaki Gunung Salak yang kerang diselimuti kabut eksotis.

Owner LGE Hamid Mundzir mengatakan, selain mengandalkan nuansa hutan belantara pihaknya pun mengembangkan sejumlah rekayasa. Di lahan seluas 3,1 hektare itu dia menanam lebih dari 100 ribu pohon aneka jenis. Mayoritas, pohon yang ditanam itu tergolong jenis bubuahan langka.

Selain pohon, salah satu spot unggulan yakni taman bunga yang bertebaran dimana-mana. Keindahan bunga-bungaan beraneka warna itu menjadi lokasi yang cocok untuk berswafoto bersama keluarga, kawan, dan rekan sejawat. Area itu pun dijadikan spot edukasi holtikultura bagi pengunjung untuk belajar bercocok tanam. 

“Karena lokasi LGE ini yang tak jauh dari ibu kota, kita memang membidik pda wisatawan asal Jabodetabek. Komposisinya hampir 90% wisatawan Jabodetabek, dan sisanya 10% itu berasal dari kota lain termasuk Bandung,” kata Hamid saat ditemui di lokasi, akhir pekan lalu.

Tak hanya itu, keistimewaan lain diakuinya tampak dari koefisien bangunan yang ada. Bangunan permanen yang dibangun hanya sekitar 18-20% dari total lahan yang dimiliki. Selain itu, bangunan itu dibuat secara panggung. Dengan demikian, permukaan tanah tetap terbuka itu menjamin resapan air tetap lestari.

Sementara, Direktur LGE Rizal  Ginanjar Cahyaningrat menyebutkan di lahan tersebut tersedia 82 lodge atau penginapan berkonsep tenda yang bisa menampung 410-430 orang. 

“Lodge-nya pun unik. Tampak seperti biasa tapi memiliki fasilitas hotel berbintang. Pengunjung bisa tetap merasa dekat dengan alam. Menikmati segarnya udara pagi dan hembusan angin sejuk. Makin lengkap dengan pemandangan Gunung Salak di depan mata,” sebutnya seraya menyebutkan keunikan itu menghadirkan suasana yang sangat langka didapatkan di perkotaan.

Selain itu, fasilitas lain yakni kolam renang tematik dan kawasan 1 hektare untuk kegiatan outbound. Plus, 5 ruang pertemuan yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan termasuk pernikahan. 

“Selain keluarga, pasar yang kita bidik yakni institusi dan lembaga yang mengadakan meeting, perusahaan, serta komunitas,” tambahnya.