4 Hari, Warga Perumahan di Bojonggede Tangkap 29 Anak Ular Cobra

4 Hari, Warga Perumahan di Bojonggede Tangkap 29 Anak Ular Cobra
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bojonggede - Sejak Rabu (4/12) hingga Minggu (8/12), warga Perumahan Royal Citayam Residence RT 02 RW 06, Desa Susukan, Bojonggede, Kabupaten Bogor, sudah menemukan 29 anak ular cobra.

Penemuan ular berbisa dan berbahaya ini tidak hanya dirumah warga, tetapi juga di mushola Al Muhajirin dan Taman Pendidikab Al - Quran (TPA) hingga warga pun meliburkan anak - anaknya dalam kegiatan mengaji.

"Pertama kali kami menemukan anak ular cobra itu Rabu (4/12),  ada dua rumah yang dimasuki oleh ular kobra, lalu kamisnya warga menemukan tiga ekor lagi anak ular cobta di rumah, mushola fan TPA. Sejak kamis (5/12) anak - anak kami liburkan sementara kegiatan mengajinua hingga seluruh ekor ular cobra tertangkap," kata Ketua Paguyuban Perumahan Royal Citayam Residen Hari Cahyo kepada wartawan di lokasi, Minggu (8/12).

Ia menerangkan karena kabar dari komunitas reptile bahwa ular cobra bisa memiliki anak hingga 35 ekor, maka pencarian ular cobra masih terus dilakukan.

"Pencarian ular cobra terutama induknya ini tidak hanya dilakukan oleh warga, tetapu juga dibantu oleh Polsek Bojonggede, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor dan juga komunitas reptile. Hasil sementara kami sudah menemukan 29 ekor anak ular cobra dan ugaan kami induk ular cibra ada di luar perumahan yang merupakan lahan perkebunan bambu," terangnya.

Heri menjelaskan untuk ular cobra yang berbahaya itu anaknya yang berusia dua bulan, ketimbang induk ular cobra yang kerap menjauh jika ada pemukiman manusia.

"Induk ular cobra itu sensornya lebih tinggi dan ketika ada manusia dia  malah menjauh, tetapi kalau anak ular cobra yang sudah berusia dua bulan dan panjangnya sudah mencapai 30 centimeter itu yang bahaya karena ia  tidak memiliki rasa takut dan biasa menyemburkan bisanya hingga lebih berbahaya," jelas Hari.

Kepada warga perumahannya, Ia menyarankan dalam mengusir atau menangkap ular cobra jagan memakai alat yang pendek  tetapi yang panjang atau tongkat, yang bisa dipakei untuk menekan kepala ular cobra.

"Kami juga menyarankan warga mengepel lantai rumahnya menggunakan karbol atau pewangu, karena hewan melata berbahaya ini takut dengan wangi - wangian," tukasnya. (Reza Zurifwan)