Resmi Dibuka, Ribuan Wisatawan Serbu The Great Asia Africa

Resmi Dibuka, Ribuan Wisatawan Serbu The Great Asia Africa
The Great Asia Africa, Jalan Raya Lembang No 7, Bandung. (agus sn)
Resmi Dibuka, Ribuan Wisatawan Serbu The Great Asia Africa
Resmi Dibuka, Ribuan Wisatawan Serbu The Great Asia Africa

INILAH, Lembang - Resmi di-launching, ribuan wisatawan serbu destinasi wisata baru The Great Asia Africa, Jalan Raya Lembang No 7, Bandung, Minggu (8/12/2019).

The Great Asia Africa jadi salah satu destinasi yang memiliki keunikan tersendiri. Tak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang eksostis, para wisatawan yang berkunjung ke sini akan dibawa pada suasana tujuh negara Asia Afrika.

Owner The Great Asia Africa, Perry Tristianto mengatakan, wisata baru ini dibangun di atas tanah seluas 5 hektar dengan konsep yang ditonjolkan adalah budaya-budaya dari tujuh negara Asia Afrika.

"Sekitar dua tahun ini Lembang cukup sepi wisatawan, namun dengan adanya The Great Asia Africa ini Lembang kembali ramai," kata Perry.

Perry menjelaskan, The Great Asia Africa punya ciri khas tersendiri dibanding wisata lain yang sudah ada di Lembang sehingga wisatawan tidak akan merasa bosan dengan konsep yang baru, unik, dan segar.

"Kita tahu di Lembang sudah ada Floating Market khasnya tempat makan orang Jawa Barat, Farm House dengan susu Lembangnya, dan De' Ranch dengan wisata kudanya," jelas Perry.

Perry mengaku, ide wisata semuanya mengacu pada Google berkat kolaborasi dia dan istrinya selama satu setengah tahun. Kemudian untuk proses pembangunannya semua dikerjakan oleh warga dan seniman daerah serta tidak menggunakan jasa arsitektur profesional.

"Ide 100 persen murni dari saya dan istri melalui situs Google, sedangkan untuk arsitektur desainnya kita nggak pakai jasa profesional tapi warga dan seniman asli daerah lokal," ujar Perry.

Berkaitan dengan masalah parkir yang sempat ramai diperbincangkan, Perry turut menanggapi, pasalnya maslah tersebut telah ditangani secara langsung oleh polsek setempat dan telah menangkap oknum yang memasang tarif yang dinilai tidak wajar.

"Sekarang sudah selesai, kan kemarin kasusnya warga yang punya lahan menerapkan parkir sebesar Rp25 ribu rupiah, kan nggak wajar, sekarang sudah dalam tarif wajar dan para pengelola parkir pun sudah dapat pengarahan," papar Perry.

Perry menerangkan, untuk harga tiket masuk (HTM) ke The Great Asia Africa para pengunjung cukup membayar Rp50 ribu kemudian ditukar dengan minuman atau merchandise.

"Cukup Rp50 ribu pengunjung sudah bisa menikmati wisata di tujuh negara. Meski dengan harga segitu, pengunjung dari berbagai kalangan pun tetap banyak yang datang ke sini," terang Perry.

Perry mengaku, terkait dengan pembangunan wisata ini, pihaknya telah mendapat rekomendasi langsung dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Ya sesuai aturan dan rekomendasi dari Gubernur Jabar, luas area yang dibangun itu sebesar 20 persen. Kemudian yang menarik, semua fasilitas dan properti seperti bunga itu asli," ujar Perry.

Perry menambahkan, The Great Asia Africa hadir untuk menambah serta menghidupkan kembali destinasi wisata di Lembang.

"Kita sudah tahu segmen pasar kita ke mana. Makanya strategi yang diambil adalah melihat hal-hal yang lagi booming atau viral," ujar Perry.

Sementara itu, Rakhitta Natania (17), salah satu pengunjung asal Kelapa Gading, Jakarta menuturkan, ini wisata yang bagus dan sangat edukatif.

"Kita semua tahu kalau Asia-Afrika tuh negaranya banyak banget. Di sini ada berbagai sewa kostum dari tujuh negara, terus saya dan keluarga juga sudah keliling dan foto-foto," tuturnya.

Rakhitta mengaku, Korea dan Jepang jadi destinasi wisata favoritnya karena spot foto dan suasananya identik dengan negara asalnya.

"Nah Asia Afrika kan negaranya banyak yah, kalau bisa ditambahin lagi biar lebih seru, terus buat pengunjungnya kalau bisa dibatasi biar lebih nyaman," pungkas Rakhitta. (Agus SN)