Wabup Bogor Curhat 5.000 Bangunan Sekolah Rusak ke DPR RI

Wabup Bogor Curhat 5.000 Bangunan Sekolah Rusak ke DPR RI
Foto: INILAH/Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Kedatangan Anggota Komisi X DPR RI dimanfaatkan Pemkab Bogor untuk menyampaikan curahan hati dan meminta bantuan Dana Alokasi Keuangan (DAK). Uang tersebut akan dipakai untuk membenahi bangunan sekolah SD dan SMP yang mengalami kerusakan.

"Pemkab Bogor memiliki program kerja tidak ada lagi bangunan SD dan SMP Negeri yang mengalami  kerusakan selama tiga tahun ke depan. Dalam kesempatan ini kami minta perhatian dan bantuan Komisi X DPR RI maupun pemerintah pusat agar memberikan DAK kepada Pemkab Bogor," kata Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan usai berdialog dengan Anggota Komisi X DPR RI di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Senin (9/12/2019).

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor menerangkan, selama ini jajarannya terkendala status lahan dan rawannya Kabupaten Bogor akan bencana alam dalam merevitalisasi bangunan SD dan SMP Negeri.

"Banyak desa atau kecamatan di Kabupaten Bogor yang masuk dalam status daerah rawan bencana. Tadi malam saja, ada bangunan SD yang kebakaran dan ada yang ambruk karena bangunannya sudah lapuk," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor KH Agus Salim menuturkan, DAK dari pemerintah pusat ke Pemkab Bogor sangat penting karena lebih dari 50 persen bangunan sekolah dalam kondisi rusak ringan, sedang, dan berat.

"Total ada 10.000 sekolah, 50 persen dalam kondisi rusak. Bahkan bangunan sekolah yang rusak berat mencapai 1.000 sekolah. Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor menyampaikan kepada  anggota Komisi DPR RI asal daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor Habib Fahmi Alaydrus untuk mengawal kepentingan masyarakat ini," tuturnya.

Ia menambahkan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tahun 2020 belum ideal karena presentasenya turun dari tahun sebelumnya.

"Dulu anggaran untuk Dinas Pendidikan 27 hingga 28 persen dari total APBD. Saat ini kurang dari 21 persen. Selain itu saya melihat anggarannya belum efesien karena yang murni untuk merevitalisasi sekolah itu tidak banyak. Saya minta ini menjadi perhatian serius dan prioritas  karena dari bangunan rusak ringan ke rusak berat itu tidak lama waktunya," tambahnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menjelaskan, pihaknya menerima curahan hati Pemkab Bogor dan memperjuangkannya ke pemerintah pusat.

"Kondisi dunia pendidikan saat ini seperti bangunan sekolah yang rusak dan juga rendahnya serapan kerja harus jadi perhatian serius pemerintah pusat. Apalagi pemerintah punya program kerja pembangunan sumber daya manusia yang unggul," jelas Dede. (Reza Zurifwan)