Polresta Bogor Buru Bos Pabrik Obat Palsu

Polresta Bogor Buru Bos Pabrik Obat Palsu
Foto: INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Polresta Bogor Kota masih menyelidiki kasus pabrik obat palsu di GG Pesantren RT 02 RW 07, Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sereal. Saat ini Korps Bhayangkara sedang memburu bos besar dari pabrik obat tersebut, serta menunggu hasil laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang masih belum keluar.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Hendri Fiuser mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Polisi masih mencari pelaku lain dari kasus obat ilegal tersebut. 

"Tersangka sedang kami proses dan yang lain sedang kami cari. Persangkaan kami UU Kesehatan karena obat itu palsu," ungkap Hendri kepada wartawan, Senin (9/12/2019).

Hendri melanjutkan, polisi mengendus ada pelaku lain diluar dua pelaku yang sudah diamankan. Pihaknya masih menunggu kandungan obat dari laboratorium forensik (labfor) BPOM.

"Kami menunggu hasil, bukan hanya di mulut saja. Kami berkerja berdasarkan bukti-bukti yang ada. Sampai sekarang belum keluar hasilnya. Kemarin ditanya belum keluar hasilnya," jelasnya.

Hendri menambahkan, hasil pemeriksaan akan digunakan untuk memeriksa kembali obat-obatan itu. 

"Kami akan dorong agar cepat keluar hasilnya," tambahnya.

Hendri memaparkan, penyebaran obat-obat tersebut di toko-toko obat yang kecil sehingga tidak ada di apotik-apotik. Karena toko obat yang kecil-kecil tidak ada izinnya.

"Jelas lah toko-toko obat pinggir jalan, karena itu obat palsu kan. Saat ini yang ditahan dua orang, tengah pengejaran adalah bos nya. Ada beberapa pegawainya juga kabur sebelum penggerebekan, karena bukan hanya di Kota Bogor, tapi ini kan lintas wilayah," pungkasnya. (Rizki Mauludi)