Purwakarta Butuh Rumah Singgah untuk OT dan ODGJ

Purwakarta Butuh Rumah Singgah untuk OT dan ODGJ
Foto: Net

INILAH, Purwakarta - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Purwakarta belum bisa melakukan pembinaan secara maksimal terhadap orang terlantar, anak jalanan, gelandangan dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) kiriman. Belum adanya panti atau rumah singgah khusus mungkin yang menjadi salah satu alasan. 

Kepala Dinsos Kabupaten Purwakarta Asep Surya Komara mengatakan, jajarannya membutuhan sebuah tempat pembinaan supaya para ODGJ maupun orang terlantar yang dikirim ke dinasnya bisa memiliki tempat singgah untuk diperlakukan selayaknya.

"Kalau ditanya butuh, ya jelas kami sangat membutuhkan rumah singgah. Ketika mereka dikirim ke kami, bisa diperlakukan selayaknya," ujar Asep kepada INILAH, Senin (9/12/2019).

Asep mengaku telah mengincar sebuah lokasi untuk pembangunan rumah singgah di wilayah Ciwareng, Kecamatan Babakan Cikao. Di lokasi itu, ada lahan milik provinsi yang cukup strategis.

"Kami lihat, lokasi ini bisa dijadikan lokasinya. Selain lahannya milik pemerintah, lokasinya pun strategis," jelas dia.

Asep mengaku, usulannya untuk menggunakan lahan tersebut telah disampaikan ke Pemprov Jabar. Pihaknya masih menunggu kajian dan perizinannya. Untuk biaya pembangunan, pihaknya telah merinci membutuhkan dana sekitar Rp2 miliar.

"Kalau tanahnya diizinkan pemprov, ya tinggal kita usulkan untuk pembangunannya. Kebutuhannya kira-kira Rp2 miliar. Nanti akan kami usulkan ke Pemkab," kata dia.

Menurutnya, persoalan OT dan ODGJ tak ada habisnya. Apalagi, wilayahnya menjadi salah satu daerah buangan.

"Rata-rata kami mendapat kiriman orang terlantar sebanyak 10 orang per bulan. Untuk ODGJ, lebih dari lima orang per bulan. Makanya kami sangat membutuhkan rumah singgah untuk pembinaan," ujarnya.

Dia menambahkan, keberadaan rumah singgah sangat penting. Sebelum dipulangkan ke daerah asal, minimalnya mereka bisa mendapatkan pembinaan dan pengobatan terlebih dahulu. (Asep Mulyana)