Soal Tudingan Ijazah Palsu, Eka Wardhana Tempuh Jalur Hukum

Soal Tudingan Ijazah Palsu, Eka Wardhana Tempuh Jalur Hukum
Foto: INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Tim kuasa hukum Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Eka Wardhana akan melaporkan tudingan dugaan ijazah palsu dan pencatutan gelar yang tersebar di beberapa media online. Kuasa hukum Eka Wardhana, Herdian Nuryadin segera melapor ke Dewan Pers dan Polresta Bogor Kota terkait kasus tudingan tersebut pada Selasa (10/12/2019).

Selain itu pihak STISIP Syamsul Sukabumi sudah bersikap dan memberikan pernyataan resmi. Diketahui Eka Wardhana tercatat sebagai alumni mahasiswa STISIP Syamsul Ulum Sukabumi bernama bernomor Induk mahasiswa 02010254.

Kuasa hukum Eka Wardhana, Herdian Nuryadin mengatakan, langkah hukum yang akan dilakukan di antaranya melaporkan ke Dewan Pers dan Polresta Bogor Kota.

"Kami akan menempuh jalur hukum, akan melaporkan kasus ini ke Dewan Pers dan Polresta Bogor Kota," ungkapnya kepada awak media di kantor DPD Golkar Kota Bogor, Senin (9/12/2019).

Herdian melanjutkan, informasi hoaks terkait dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Eka Wardhana bersangkutan dengan wartawan, sehingga mekanisme yang dipakai adalah melaporkan ke Dewan Pers baru ke ranah pidana di Polresta Bogor Kota.

"Dalam pemberitaan tidak ada konfirmasi atau cover both side ataupun usaha meminta keterangan kepada klien kami. Itu membuat perimbangan tidak ada, dan juga tidak menganut azas praduga tidak bersalah. Ini adalah tuduhan langsung kepada klien kami Eka Wardhana," tegasnya.

Herdian mengatakan, pada Selasa (10/12/2019) pihaknya akan melaporkan ke Dewan Pers, lalu melakukan upaya hukum lanjutan berkaitan pidana maupun perdata ke Polresta Bogor Kota. Pihaknya sudah bertemu dengan pihak kampus STISIP Syamsul Ulum Sukabumi, dihadiri Ir. H. Fifi Kusuma Jaya, MM selaku pembantu Ketua 1 bidang Akademisi, Aang Rahmatullah pembantu Ketua bidang Kemahasiswaan, alumni dan Dosen STISIP Edwin Sujono, dan Melan Maulana Alumni STISIP sekaligus Anggota DPRD Kota Sukabumi, yang bertemu di aula STISIP Syamsul Ulum Sukabumi, Jalan Bhayangkara, Kecamatan Gunung Puyuh.

"Kami sudah kumpulkan bukti-bukti dan data-data untuk pelaporan. Jadi kami tinggal lapor saja ini, sudah komplit," jelasnya.

Sementara itu, Pembantu Ketua bidang Kemahasiswaan Aang Rahmatullah mengatakan, berkaitan dengan masalah yang sedang di hadapi alumni STISIP atas nama Eka Wardhana, pihak STISIP sudah mendapatkan sebuah informasi langsung dari LL Dikti tentang verifikasi Ijazah atas nama Eka Wardhana.

"Sebetulnya perlu saya sampaikan bahwa kalau berdasarkan verifikasi itu sudah selesai dari LL Dikti yang sudah melakukan verifikasi ke kampus dan itu dianggap sudah selesai tidak ada masalah. Saya nanti akan tunjukan bukti bukti verifikasi, berita acara dan lain sebagainya. Perlu saya sampaikan bahwa Eka Wardhana ini sudah jadi alumni dan lulus di tahun 2006 dari STISIP Syamsul Ulum Sukabumi," ungkap Aang mewakili pihak kampus STISIP.

Aang melanjutkan, pihak kampus juga sudah menyampaikan kepada institusi terkait dari LL Dikti, bahwa sudah disampaikan faktor penunjang yang bisa mempengaruhi bahwa yang bersangkutan ini sebagai mahasiswa dan juga sebagai alumni pada tahun itu. Perlu disampaikan ada beberapa hal yang menjadi landasan beberapa informasi yang tersebar di media bahwa ada salah satu indikasi pemalsuan ijazah. Ada yang menganggap bahwa kampus STISIP ini tidak ada, bahkan dalam momentum yang sangat strategis ini saya sampaikan.

"Kalau misalkan informasi di media tidak kita klarifikasi dalam arti akan menjadi salah satu berita bohong dan kampus atau lembaga akan sangat dirugikan, maka dari itu saya menuntut kepada pihak yang sudah mendreskriditkan nama Kampus STISIP Syamsul Ulum Sukabumi itu harus meminta maaf secara langsung kepada lembaga atau kami akan melakukan somasi dan tidak menutup kemungkinan akan menempuh jalur hukum baik pidana dan perdata," tegasnya. (Rizki Mauludi)