DPRD Kota Bogor Pertanyakan Kelanjutan Rel Ganda

DPRD Kota Bogor Pertanyakan Kelanjutan Rel Ganda
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor gagal memanggil PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menanyakan perihal kelanjutan proyek rel ganda dan nasib masyarakat juga fasilitas sosial (fasos) juga fasilitas umum (fasum) yang terdampak. Hal itu dikarenakan DPRD belum mendapatkan informasi perihal kelanjutan rel ganda.

"Tujuannya satu, kami bersama Pemkot Bogor berencana membuat rusunawa Bai masyarakat di wilayah Bogor Selatan khususnya yang terdampak rel ganda. Meski rusunawa itu dari kementerian," kata Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil, Selasa (10/12/2019).

Adit melanjutkan, selama ini keputusan terkait rel ganda itu tidak melibatkan DPRD Kota Bogor. Untuk itu, ke depan dia mengharapkan setiap rencana pembangunan itu diinformasikan ke publik.

"Jagan sampai nanti warga Kota Bogor terbuang dari Kota Bogor," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bogor Karnain Asyar mengatakan beberapa waktu lalu ada masyarakat mengadu ke fraksi PKS yang intinya meminta kompensasi bangunan. Hal itu dilakukannya agar fungsi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ceria yang dirintis bersama masyarakat mendapatkan bangunan baru di wilayah sekitar.

"Yang mengadu itu ibu Nena Naifa selaku Kepala Paud Ceria di RT 03/01 Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan. Dia nangis-nangis ke kami, karena mereka mengadu harus jadi perhatian serius bagi Pemkot Bogor dan PT KAI," ucapnya. (Rizki Mauludi)