Bupati Anne Komitmen Kembangkan Seluruh Produk Perkebunan

Bupati Anne Komitmen Kembangkan Seluruh Produk Perkebunan
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. (net)

INILAH, Purwakarta - Kabupaten Purwakarta, sebenarnya punya seabrek produk perkebunan khas yang sangat potensial untuk dikembangkan. Terlebih dari sisi ekonomi. Namun sayang, sampai saat ini keberadaannya belum tergali dengan maksimal.

Atas dasar itu, di kepemimpinannya, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika berkomitmen untuk terus mendorong supaya produktivitas perkebunan terus meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya.

“Sektor perkebunan di wilayah kami cukup menjanjikan. ini jadi komitmen kami untuk melakukan pengembangan,” ujar Anne kepada INILAH, Selasa (10/12/2019).

Anne mengaku, sebenarnya Purwakarta cukup diuntungkan jika potensi-potensi yang ada, baik di sektor perkebunan atau lainnya, bisa tergali dengan maksimal. Mengingat, wilayahnya berada di titik strategis yang jadi penyangga dua ibu kota. sehingga, dari sisi pemasarannya pun aksesnya sudah sangat mudah.

Anne menjelaskan, data dari dinas terkait mencatat di wilayahnya ada 12 komoditas perkebunan. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya menjadi produk unggulan, masing-masing biji kopi, pala, cengkeh, dan daun teh.

“Selama ini, upaya kami sebatas mendorong dan menjembatani, supaya hasil perkebunan rakyat ini menguntungkan dari sisi ekonomi,” jelas dia.

Adapun upaya lainnya, kata Anne, yakni dengan mendorong masyarakat agar bisa memaksimalkan pemanfaatan lahan-lahan mereka supaya lebih produktif. Tentunya, hal itu akan berimplikasi pada peningkatan ekonomi mereka. Tugas pemerintah sendiri, tak lain dengan menyiapkan sarana penunjangnya. Termasuk membantu dari sisi pemasaran.

Dalam pengembangan sektor perkebunan ini, sambung Anne, pihaknya pun telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare di wilayah Kecamatan Kiarapedes. Di lahan tersebut, sekitar 2,8 hektarnya telah dimanfaatkan untuk sentra perkebunan.

Ada beberapa produk perkebunan yang telah ditanam di lokasi ini, di antaranya buah manggis, kopi, komoditas cabai, dan sejenis tanaman holtikultura lainnya. Tak hanya beragam jenis perkebunan, di lokasi ini juga pihaknya menyiapkan kawasan khusus penelitian dan edukasi. Dengan begitu, bagi pengunjung lokasi ini bisa sekaligus menjadi sarana pendidikan mengenai tanaman.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Agus Rachlan Suherlan menuturkan, wilayahnya cukup potensial untuk pengembangan produk pertanian, perkebunan hingga jenis sayuran. Apalagi, selain ketersediaan lahan yang memadai, hal itu juga didukung dengan adanya dua produsen benih sayur unggulan yang bisa bermitra dengan masyarakat.

“Purwakarta itu merupakan salah satu wilayah yang potensial untuk pengembangan produk perkebunan. Makanya, ini akan kami dorong ke masyarakat,” ujar Agus.

Agus tak memungkiri, memang untuk masyarakat di wilayah perkotaan cenderung merasa kebingungan jika ingin bercocok tanam di sekitar rumah mereka. Ketersediaan lahan, mungkin yang jadi kendalanya.

Namun menurutnya, hal itu jangan dijadikan halangan. Karena, saat ini sudah banyak media yang bisa digunakan untuk bercocok tanam. Seperti dengan konsep tabula pot, hidroponik atau menggunakan media lain yang tak terlalu memakan banyak lahan. (asep mulyana)