Okupansi KA Galunggung Penuh Hingga Akhir Tahun

Okupansi KA Galunggung Penuh Hingga Akhir Tahun
INILAH, Bandung - Operasionalisasi KA Galunggung mendapat animo tinggi dari masyarakat. Hingga 31 Desember 2018 mendatang, okupansi sepur jurusan Kiaracondong-Tasikmalaya ini penuh.
 
"Alhamdulillah, sambutan masyarakat atas diluncurkannya KA Galunggung ini sangat bagus. Pada saat peluncuran tingkat keterisian dari Stasiun Kiaracondong cukup baik hampir mencapai 100%. Bahkan, hingga akhir tahun ini tingkat keterisiannya penuh," kata Manager Humas Daop 2 Bandung Joni Martinus, Kamis (27/12/2018).
 
Menurutnya, penuhnya penumpang itu tak hanya dari keberangkatan dari Stasiun Kiaracondong. Namun, keberangkatan dari Stasiun Tasikmalaya untuk kembali ke Bandung pun relatif penuh terisi.
 
Tingginya minat menggunakan kereta itu pun tak lepas dari program promosi PT Kereta Api Indonesia (KAI). Operator moda transportasi massal itu menggratiskan tiket KA Galunggung selama satu bulan. Tepatnya, pada 26 Desember 2018 sampai 25 Januari 2019.
 
"Informasi digratiskannya tiket KA Galunggung selama satu bulan ini tersebar luas di media sosial. Bahkan, dalam akun instagramnya Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyambut gembira peluncuran perjalanan kereta yang sudah lama dinantikan ini," sebutnya.
 
Lebih detil, berkaitaan dengan tingkat keterisian itu Joni menyampaikan okupansi KA Galunggung sampai saat ini sudah cukup banyak. Sebab, pemesanan sudah bisa dilakukan sampai H-7. Untuk pemesanan itu bisa dilakukan di stasiun-stasiun pemberangkatan KA Galunggung. Setiap hari, loket dibuka pada pukul 09.00-16.00 WIB.
 
Khusus pemesanan di Stasiun Kiaracondong, itu dilayani di loket utara dan selatan. Saat pemesanan tiket di loket itu, kartu identitas yang berlaku juga wajib dibawa calon penumpang seperti KTP, SIM, atau Paspor. Hal lain yang perlu diperhatikan calon penumpang yaitu satu orang pengantre hanya dapat melakukan transaksi pembelian maksimal empat tiket.
 
Tingginya mobilitas masyarakat Bandung-Tasikmalaya itu diharapkan mampu menggerakan roda perekonomian di wilayah-wilayah yang dilalui rangkaian kereta itu.
 
"Setelah masa angkutan gratis, mulai 26 Januari 2019 akan dikenakan tarif mulai Rp25-35 ribu. Tarif tersebut berpatokan pada jarak tempuh. Jika jarak tempuhnya kurang atau sama dengan 58 km maka akan dikenakan tarif Rp25 ribu, dan jika lebih dari 58 km dikenakan tarif Rp35 ribu," jelasnya.
 
Seperti diketahui, rute yang dilalui rangkaian kereta ekonomi tersebut yakni Kiaracondong-Cimekar-Rancaekek-Cicalengka-Nagrek-Leles-Cibatu-Cipeundeuy-Ciawi-Tasikmalaya pp.
 
KA Galunggung ini memiliki kapasitas 636 penumpang untuk sekali jalan. Rangkaian terdiri dari enam gerbong kereta. Sebagai awal, kereta hanya dioperasikan sebanyak satu perjalanan ulang-alik. Dari Stasiun Kiaracondong berangkat pukul 06.05-09.27 WIB. Sebaliknya, dari Stasiun Tasikmalaya pulang kembali pukul 10.35-14.11 WIB.