Kekeliruan Memaknai Dua Rakaat Sunah Fajar

Kekeliruan Memaknai Dua Rakaat Sunah Fajar
ilustrasi

SEKARANG kita akan melihat beberapa amalan ringan untuk orang sibuk namum tak kalah dari sisi pahala.

Amalan #02: Dua Rakaat Shalat Sunnah Fajar

Dari Aisyah radhiyallahu anha; Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Dua rakaat fajar (shalat sunnah qabliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya." (HR. Muslim, no. 725).

Dalam lafal lain, Aisyah radhiyallahu anha berkata bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam berbicara mengenai dua rakaat ketika telah terbit fajar shubuh, "Dua rakaat shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya." (HR. Muslim, no. 725).

Hadits terakhir di atas juga menunjukkan bahwa shalat sunnah fajar yang dimaksud adalah ketika telah terbit fajar shubuh. Karena sebagian orang keliru memahami shalat sunnah fajar dengan mereka maksudkan untuk dua rakaat ringan sebelum masuk fajar. Atau ada yang membedakan antara shalat sunnah fajar dan shalat sunnah qabliyah shubuh. Ini jelas keliru.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, "Shalat sunnah Shubuh tidaklah dilakukan melainkan setelah terbit fajar Shubuh. Dan dianjurkan shalat tersebut dilakukan di awal waktunya dan dilakukan dengan diperingan. Demikian pendapat Imam Malik, Imam Syafii dan jumhur (baca: mayoritas) ulama." (Syarh Shahih Muslim, 6:3)

[baca lanjutan]