8 Pembangunan Regional Lintas Wilayah Akan Dibahas Di BES 

8 Pembangunan Regional Lintas Wilayah Akan Dibahas Di BES 
(Reza Zurifwan)
INILAH, Bogor - Setelah terakhir diselenggarakan  pada tahun 2016 lalu, Pemkab Bogor kembali mengadakan Borderline Economic Summit (BES) 2019 di Hotel Royal Tulip Gunung Geulis, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12/2019).
 
Dalam BES tahun 2019, Pemkab Bogor tidak hanya fokus meningkatkan nilai investasi seperti dua ajang serupa sebelumnya, tetapi juga fokus pembangunan regional lintas wilayah.
 
"BES kali ini kita fokus di 8 pembangunan regional lintas wilayah seperti pembangunan jalan poros tengah timur (Puncak 2), pengembangan kawasan berorientasi transit pada simpul LRT, pengembangan kawasan berorientasi transit pada simpul kereta api, jalan khusus tambang, twin geopark Pongkor dengan Geopark Ciletuh, pembangunan DAS Bekasi, penghubung Tol Cimanggis - Cibitung dan pengendalian banjir di kawasan hulu," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Dace Supriyadi kepada wartawan di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika, Cibinong, Selasa (10/12).
 
Ia menerangkan 8 fokus pembangunan regional lintas wilayah diatas akan melibatkan 12 pemerintah daerah baik yanh ada di wilayah Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten maupun Provinsi DKI Jakarta.
 
"Agar 8 fokus pembangunan regional lintas wilayah diatas berjalan efektif kami mengundang 11 kepala daerah berbatasan lainnya yang ada di Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten. Kami juga mengundang Pemprov DKI Jakarta, Kementerian PU-PR, Kepala Bappenas, Kepala BKPM, Perhutani, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Parawisata dan Ekonomi Kreatif," terangnya.
 
Kepala Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor Saripah Sofiah menjelaskan ajang BES digelar demi percepatan pembangunan  di 8 fokus atau sektor.
 
"Sebenarnya perencanaan pembangunan jalan poros tengah timur (Puncak 2), pengembangan kawasan berorientasi transit pada simpul LRT, pengembangan kawasan berorientasi transit pada simpul kereta api, jalan khusus tambang, twin geopark Pongkor dengan Geopark Ciletuh, pembangunan DAS Bekasi, penghubung Tol Cimanggis - Cibitung dan pengendalian banjir di kawasan hulu sudah pernah kami bahas, namun agar lebih efektif maka kami pun mengundang kementerian atau badan setingkat yang memang memiliki wewenang," jelas Saripah.
 
Ia menambahkan dengan selesainya 8  fokus pembangunan regional lintas wilayah diatas maka diharapkan dapat meningkatkan nilai investasi di 12 daerah dan 3 provinsi.
 
"8 permasalahan atau fokus pembangunan regional lintas wilayah diatas apabila bisa diselesaikan maka diharapkan bisa meningkatkan nilai investasi di 12 daerah dan 3 provinsi, semakin besar nilai investasi yang masuk  maka semakin besar pula tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat," tambahnya.
 
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kardenal melanjutkan BES akan membentuk kekuatan yang lebih besar dari masing - masing daerah untuk dapat disinergikan dalam menghadapi ancaman lingkungan atau permasalahan yang rumit.
 
"Setiap daerah atau provinsi apabila bekerjasama bisa mendapatkan solusi permasalahannya, selain itu ajang BES juga bisa berbagi dalam hal pengetahuan, ketrampilan bahkan informasi untuk meraih kemajuan yang lebih baik dengan meningkatnya daya saing dan nilai jual dari masing - masing daerah," lanjut Kardenal. (Reza Zurifwan)
 
 
 
 
 
 
ReplyForward